Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Puluhan Tahun Diterjang Banjir, Warga Jalan HOS Cokroaminoto Pertanyakan Penanganan Drainase

18
×

Puluhan Tahun Diterjang Banjir, Warga Jalan HOS Cokroaminoto Pertanyakan Penanganan Drainase

Sebarkan artikel ini

BONE | breakingnewspost.id — Hujan yang turun beberapa jam kerap menjadi awal persoalan bagi sebagian warga di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. Saat debit air meningkat, genangan disebut meluap dari saluran drainase dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Bagi warga setempat, kondisi tersebut bukan peristiwa baru. Mereka mengaku telah menghadapinya selama bertahun-tahun tanpa melihat adanya penyelesaian yang dinilai mampu mengatasi penyebab utama banjir.

Salah seorang warga, Hj. Hasnah, menuturkan bahwa setiap musim hujan keluarganya harus bersiap menghadapi luapan air yang masuk ke dalam rumah.

Sudah puluhan tahun kami mengalami kondisi seperti ini. Kalau hujan deras, air masuk ke rumah. Kami harus mengangkat barang-barang supaya tidak rusak. Kami berharap ada perhatian dari dinas terkait agar masalah ini bisa diselesaikan,” ujar Hj. Hasnah kepada wartawan.»

Menurutnya, banjir yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan kerugian karena perabot rumah tangga berisiko rusak akibat terendam air.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, keluhan mengenai genangan air di kawasan tersebut bukan hanya disampaikan oleh satu warga. Beberapa warga menyebut banjir telah menjadi persoalan yang muncul hampir setiap musim hujan.

Namun demikian, penyebab pasti genangan belum dapat disimpulkan. Apakah persoalan itu dipicu oleh kapasitas drainase yang tidak memadai, sedimentasi, penyumbatan saluran, perubahan tata ruang, atau faktor teknis lainnya masih memerlukan kajian dari instansi yang memiliki kewenangan.

Sejumlah warga berharap pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan drainase sehingga solusi yang diberikan tidak hanya bersifat sementara.

Aktivis Lingkungan Minta Evaluasi Menyeluruh

Aktivis lingkungan hidup Kabupaten Bone, Andi Andra Amal, menilai persoalan yang dikeluhkan warga patut mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, banjir yang berulang di lokasi yang sama dapat menjadi indikator bahwa sistem drainase perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Kalau keluhan seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan terus berulang setiap musim hujan, tentu perlu ada evaluasi teknis. Pemerintah perlu memastikan apakah saluran drainase masih mampu menampung debit air atau justru memerlukan rehabilitasi maupun pembangunan baru,” kata Andi Andra Amal.»

Ia menambahkan bahwa penanganan drainase tidak cukup hanya melalui pembersihan saluran apabila persoalan utama berada pada kapasitas jaringan atau perubahan kondisi lingkungan.

Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan pemetaan titik-titik rawan genangan agar penyusunan program pembangunan infrastruktur dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir ketika banjir terjadi, tetapi juga menyusun langkah pencegahan yang berkelanjutan.

Mereka menginginkan adanya survei lapangan, kajian teknis, serta rencana penanganan yang jelas sehingga persoalan banjir yang telah berlangsung lama tidak terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selain itu, warga berharap pemerintah dapat menyampaikan secara terbuka apabila lokasi tersebut telah masuk dalam perencanaan pembangunan atau rehabilitasi drainase sehingga masyarakat mengetahui arah penyelesaian yang akan ditempuh.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari dinas teknis yang membidangi pekerjaan umum dan pengelolaan drainase di Kabupaten Bone mengenai kondisi drainase di Jalan HOS Cokroaminoto, termasuk apakah lokasi tersebut telah masuk dalam prioritas penanganan.Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *