KUPANG | BreakingNewsPost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Australia atas dukungan nyata melalui Program SIAP SIAGA, saat mendampingi kunjungan resmi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi NTT di Kompleks NTT Fair Lasiana, Kota Kupang, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh kemitraan Indonesia–Australia dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, sekaligus meninjau perkembangan penguatan sistem Pusdalops sebagai pusat komando operasi kebencanaan di wilayah NTT.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, serta Koordinator Program SIAP SIAGA Wilayah NTT, Silvia Fanggidae.
Dukungan Nyata Membangun Daerah Tangguh Bencana
Dalam sambutannya, Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Australia telah menjadi mitra strategis yang konsisten mendampingi NTT dalam membangun ketangguhan menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Terima kasih atas komitmen Pemerintah Australia yang terus hadir mendampingi NTT melalui Program SIAP SIAGA. Dukungan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD, pengembangan sistem informasi kebencanaan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor,” ujar Gubernur Melki.
Ia menambahkan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan sangat berharga bagi daerah yang memiliki risiko bencana tinggi.
Gubernur juga menyoroti keberhasilan Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang dikembangkan bersama Kementerian Dalam Negeri, BNPB, pemerintah daerah, dan Program SIAP SIAGA. Penguatan kapasitas hingga tingkat kecamatan dinilai langkah strategis agar kesiapsiagaan masyarakat semakin kokoh.
Ketangguhan Masyarakat NTT Jadi Sorotan Dubes Australia
Duta Besar Roderick Brazier menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemprov NTT, serta mengakui besarnya tantangan kebencanaan yang dihadapi provinsi kepulauan ini. Ia mengingat berbagai peristiwa besar seperti Siklon Tropis Seroja hingga erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang sempat melanda.
“Di balik tantangan tersebut, saya melihat ketangguhan luar biasa dari masyarakat, semangat gotong royong, dan kepemimpinan pemerintah daerah yang kuat dalam menghadapi serta bangkit dari bencana,” ungkap Brazier.
“Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam memperkuat ketahanan bencana. Melalui Program SIAP SIAGA, kami mendukung upaya membangun sistem yang lebih siap, inklusif, dan mampu melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan,” tambahnya.
Kunjungan ke Pusdalops juga menjadi kesempatan bagi Dubes Brazier untuk melihat langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan risiko bencana.
Sistem Pemantauan Terpadu dan Inovasi Daerah
Dalam peninjauan, rombongan menyaksikan operasional sistem pemantauan 24 jam yang memantau aktivitas 16 gunung api di NTT—khususnya Gunung Lewotobi Laki-Laki, Lewotolok, dan Iya—serta data gempa bumi, kondisi cuaca, hingga penyebaran abu vulkanik sebagai dasar pengambilan keputusan cepat.
Pusdalops juga memaparkan sistem pemantauan penyebaran abu vulkanik yang berfungsi mengantisipasi gangguan keselamatan penerbangan. Selain itu, diperkenalkan aplikasi INATANA (Informasi Data Bencana Nusa Tenggara), sistem data terpadu yang menghubungkan seluruh 22 BPBD kabupaten/kota agar pelaporan kejadian, data pengungsi, kelompok rentan, dan kebutuhan penanganan dapat diperbarui secara akurat dan cepat.
Tak hanya soal bencana alam, Pusdalops juga mengembangkan Standar Operasional Prosedur layanan pengaduan rabies yang berfungsi sebagai pusat informasi masyarakat. Setiap laporan gigitan hewan penular rabies akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan puskesmas, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan vaksin dan penanganan cepat.
Penulis: Bergita abi
















