Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Wagub NTT Ajak Camat dan Kapolsek se-Adonara Dekati Warga: Dengarkan Keluhan, Cegah Konflik Sejak Dini

3
×

Wagub NTT Ajak Camat dan Kapolsek se-Adonara Dekati Warga: Dengarkan Keluhan, Cegah Konflik Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

FLORES TIMURBreakingNewsPost.id — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meminta jajaran camat dan kepolisian di wilayah Adonara memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat. Menurut dia, pendekatan dari bawah menjadi salah satu kunci untuk membaca dinamika sosial sekaligus mencegah potensi konflik sebelum berkembang.

Pesan itu disampaikan Johni saat melakukan tatap muka bersama para camat dan Kapolsek se-Adonara di Desa Sukutokan, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Senin (10/8/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat untuk membahas kondisi sosial, keamanan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Adonara.

Hadir dalam pertemuan itu para camat dan Kapolsek se-Adonara serta sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Usman Muhamad Tokan (Donnie), Dr. Petrus Keron, Prof. Simon Sabon Ola, Drs. Marsel Tupen Masan, Wilem Wetan Songa, dan Raymundus Penana Nuba.

Johni mengatakan, aparat dan pemangku kepentingan daerah tidak cukup hanya memahami kondisi wilayah melalui laporan administratif. Menurut dia, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan ekonomi juga ditentukan oleh seberapa dekat aparat dengan masyarakat.

“Rumus paling penting di mana pun kita berada adalah menyapa masyarakat, ngobrol bersama mereka, serta mendengar keluhan, harapan, dan mempelajari potensi yang ada,” ujar Johni.

Membaca Konflik dari Tingkat Bawah

Johni menekankan pentingnya kepekaan aparat terhadap dinamika sosial di tingkat masyarakat. Ia mendorong jajaran di wilayah agar membangun komunikasi secara intensif, termasuk dengan kelompok masyarakat kecil dan tokoh lokal.

Menurut dia, komunikasi yang terbangun sejak awal dapat menjadi jaringan informasi sosial yang membantu pemerintah dan aparat mengenali persoalan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Ia mencontohkan, potensi konflik yang mulai muncul dapat diketahui lebih awal apabila aparat memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan tokoh adat.

“Ketika ada potensi konflik, kita sudah tahu lebih awal dan bisa segera mengambil langkah preventif dengan menemui tokoh dan ketua adat. Pendekatan ini hanya bisa dilakukan jika kita sudah membangun kedekatan emosional dan rasa saling menghormati,” jelasnya.

Pendekatan tersebut, kata Johni, bukan semata-mata berkaitan dengan keamanan. Hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat juga diperlukan untuk memahami persoalan ekonomi serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan.

Tak Hanya Keamanan, Potensi Ekonomi Juga Disorot

Johni meminta jajaran pemerintah dan aparat tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan. Mereka juga diminta peka terhadap kebutuhan masyarakat dan ikut mendorong munculnya aktivitas ekonomi yang produktif.

“Tugas kita adalah mengarahkan masyarakat agar bisa bekerja dan berkarya secara produktif. Masa jabatan mungkin terbatas, tetapi legacy atau warisan kebaikan yang kita tinggalkan akan selalu diingat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara turun-temurun,” katanya.

Pernyataan tersebut menempatkan aparat dan pemerintah daerah bukan hanya sebagai pihak yang bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Konflik Suku dan Akses Infrastruktur

Dalam dialog tersebut, Camat Adonara Silvester Seli Tokan memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan penanganan konflik antarsuku serta kondisi wilayah yang memiliki potensi ekonomi, tetapi masih menghadapi kendala akses.

Menurut paparan tersebut, keterbatasan akses jalan menjadi salah satu hambatan bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Selain itu, fasilitas tambatan perahu di Sagu, Kecamatan Adonara, juga menjadi bagian dari persoalan infrastruktur yang disampaikan dalam pertemuan.

Persoalan akses menjadi penting karena kondisi geografis wilayah kepulauan membuat konektivitas darat dan laut memiliki peran besar terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi hasil ekonomi lokal.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa ruas jalan provinsi SP Waiwerang-Sagu sedang dalam proses penyiapan anggaran untuk penanganan long segment.

Penanganan long segment tersebut mencakup rekonstruksi dan pemeliharaan berkala pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan dan pembangunan di Adonara tidak berdiri sendiri. Konektivitas wilayah, akses masyarakat, dan peluang ekonomi turut menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditangani secara bersamaan.

Ditutup dengan Dialog Bersama Warga

Rangkaian kunjungan kerja Johni Asadoma di Adonara kemudian ditutup dengan makan malam bersama masyarakat dan para tokoh adat Desa Sukutokan.

Pertemuan informal tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung dalam suasana yang lebih cair dan kekeluargaan.

Johni dijadwalkan menginap semalam di Desa Sukutokan sebelum melanjutkan agenda kerja berikutnya.

Pesan utama yang dibawa dalam pertemuan tersebut relatif sederhana: menjaga keamanan tidak selalu dimulai dari tindakan ketika konflik sudah terjadi, tetapi dari kemampuan pemerintah dan aparat mengenali persoalan masyarakat sejak awal.

Di tengah tantangan sosial, geografis, dan ekonomi yang dihadapi wilayah kepulauan seperti Adonara, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kepercayaan sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Penulis: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *