BOMBANA | Breakingnewspost — Mahasiswa KKN XIV Kelompok 61 Desa Watumelomba menggelar seminar sekaligus praktik pemanfaatan serabut kelapa menjadi pupuk organik cair (POC), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang melibatkan Pemerintah Desa Watumelomba dan kelompok tani tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang mengusung konsep pembangunan berkelanjutan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini lahir dari hasil observasi mahasiswa terhadap potensi dan permasalahan yang terdapat di Desa Watumelomba. Salah satu potensi yang ditemukan adalah ketersediaan kelapa yang cukup melimpah, sementara serabut kelapa sebagai bagian dari limbah hasil pertanian belum dimanfaatkan secara optimal.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi dengan mengolah serabut kelapa menjadi pupuk organik cair yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian sekaligus membantu mengurangi limbah organik di lingkungan desa.
Agnes Tasya Toyang, mahasiswa KKN dari Jurusan Agroteknologi sekaligus Penanggung Jawab kegiatan, mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan potensi lokal yang ditemukan selama proses observasi.
«“Kami melihat potensi kelapa di desa ini cukup melimpah. Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan serabut kelapa menjadi pupuk organik cair, sekaligus mengurangi limbah organik di lingkungan,” ujarnya.»
Pemanfaatan Potensi Lokal
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Watumelomba. Kepala Desa Watumelomba menilai inovasi pemanfaatan bahan lokal sebagai pupuk berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat Desa Watumelomba menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar desa dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kegiatan pertanian.
«“Kami sangat mengharapkan inovasi seperti ini bisa membantu masyarakat. Mayoritas masyarakat kita adalah petani, sehingga pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar sebagai pupuk dapat membantu mengurangi kebutuhan dan biaya pertanian,” ungkapnya.»
Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah target SDGs.
Di antaranya SDG 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna; SDG 15, tentang Ekosistem Daratan, melalui upaya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan; serta SDG 4, tentang Pendidikan Berkualitas, melalui proses edukasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat.
Dari Limbah Menjadi Potensi
Melalui seminar dan praktik tersebut, mahasiswa KKN XIV Kelompok 61 berharap masyarakat Desa Watumelomba tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan serabut kelapa, tetapi juga mampu mengembangkan potensi tersebut secara mandiri.
Pemanfaatan limbah serabut kelapa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus mendukung kebutuhan pertanian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program tersebut menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan sederhana berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
KKN XIV Kelompok 61 berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir, sehingga pemanfaatan serabut kelapa tidak berhenti sebagai kegiatan mahasiswa, tetapi dapat menjadi pengetahuan dan praktik yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Watumelomba.
Pewarta: The Great
Editor: Redaksi















