Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Cerita “Du’a Toru” Antar SDI Gere Raih Juara I Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Sikka

9
×

Cerita “Du’a Toru” Antar SDI Gere Raih Juara I Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Sikka

Sebarkan artikel ini

SIKKA| BreakingNewsPost.id — Lomba Bertutur Antar Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Sikka resmi berakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka tersebut berlangsung selama dua hari.

Penutupan kegiatan digelar di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, dan ditutup secara resmi oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan tim juri sekaligus pemerhati budaya, Viktor Nekur, mengumumkan hasil perlombaan di hadapan para peserta, pendamping, kepala sekolah, serta undangan.

Berdasarkan keputusan dewan juri, SDI Gere berhasil meraih Juara I setelah membawakan cerita berjudul “Du’a Toru”.

Posisi Juara II diraih SDI Paga dengan cerita “Frans Seda”, sedangkan Juara III diraih SDI Koting yang juga membawakan cerita “Du’a Toru”.

Selain tiga juara utama, dewan juri memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah peserta yang dinilai memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri.

Penghargaan Favorit Bunda Literasi Kabupaten Sikka diberikan kepada SDI Wairklau. Sementara Favorit Unsur Akademisi diraih SDI Wairhubing dan Favorit Unsur Pemerhati Budaya diberikan kepada MI Al-Muhajirin Perumnas.

Menariknya, hadiah uang pembinaan bagi penerima penghargaan favorit tersebut merupakan bentuk apresiasi pribadi dari para juri, yakni Bunda Literasi Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago, pemerhati budaya Viktor Nekur, serta akademisi Yuliana Onang Da Lopez.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, kreativitas, kemampuan bertutur, penguasaan cerita, serta upaya para peserta dalam mengangkat nilai-nilai literasi dan budaya lokal Sikka.

Viktor Nekur menegaskan, Lomba Bertutur Antar SD/MI se-Kabupaten Sikka tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara, keberanian tampil di depan umum, memahami isi cerita, serta menyampaikan kembali cerita secara kreatif.

«“Cerita-cerita yang dibawakan peserta juga menunjukkan bahwa kekayaan budaya, sejarah, serta kearifan lokal Kabupaten Sikka dapat menjadi sumber bahan bacaan dan pembelajaran yang menarik bagi generasi muda,” jelas Viktor.»

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan budaya literasi sejak usia sekolah melalui kegiatan tersebut.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya diarahkan untuk gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh secara kreatif.

Penutupan lomba berlangsung dalam suasana penuh apresiasi dan kebanggaan. Para peserta, pendamping, guru, serta pihak sekolah diharapkan terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, seni bertutur, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal.

Dengan berakhirnya lomba, diharapkan semangat bertutur dan budaya membaca di kalangan pelajar SD/MI di Kabupaten Sikka semakin tumbuh dan menjadi bagian dari upaya membangun generasi Sikka yang literat, kreatif, percaya diri, serta mencintai budaya daerah.

Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *