Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Gempa M7,7 di Maumere, Satu Meninggal

34
×

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Gempa M7,7 di Maumere, Satu Meninggal

Sebarkan artikel ini

MAUMERE | Breakingnewspost.id — Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga orang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA. Guncangan turut berdampak di wilayah Kabupaten Sikka, termasuk kawasan Pelabuhan Lorens Say Maumere. Laporan awal menyebutkan bagian bangunan di kawasan pelabuhan roboh dan menimpa sejumlah orang.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan tim menerima laporan mengenai bangunan yang roboh di kawasan Pelabuhan Lorens Say. Dari kejadian tersebut, tiga orang dievakuasi, terdiri atas satu korban meninggal dunia dan dua korban luka-luka.

Korban meninggal dunia disebut bernama Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun. Sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis.

> “Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lorens Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa satu orang korban. Korban meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka dan ketiganya langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C. Hillers Maumere,” terang Fathur Rahman.

 

Tim SAR Bergerak ke Wilayah Terdampak

Setelah melakukan evakuasi awal di Maumere, Tim SAR Gabungan Kantor SAR Maumere bergerak menuju Kabupaten Nagekeo dan sejumlah wilayah lain yang dilaporkan terdampak gempa.

Fathur mengatakan pendataan korban dan dampak kerusakan masih dilakukan dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

> “Saat ini Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Maumere telah menuju lokasi kejadian yang terdampak, yaitu Kabupaten Nagekeo dan lokasi lain yang terdampak gempa. Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat,” ujarnya.

 

Gempa berkekuatan M7,7 tersebut juga memicu peringatan dini tsunami. Sejumlah wilayah pesisir NTT dilaporkan melakukan evakuasi sebagai langkah kewaspadaan.

Dengan masih berlangsungnya proses asesmen, jumlah korban dan tingkat kerusakan di sejumlah wilayah dapat berubah seiring masuknya laporan dari lapangan. Karena itu, data resmi dari Basarnas, BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah menjadi rujukan penting dalam pembaruan informasi.

Tim SAR Gabungan bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan pendataan, pencarian, evakuasi, serta penanganan terhadap warga terdampak.Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *