TANA TORAJA| BreakingNewspost.id — Sebanyak 42 siswa SMP Negeri 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan seusai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026). Kasus tersebut mendorong pakar hukum internasional dan ekonom Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., meminta aparat mengusut pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut.
Prof. Sutan menilai penyebab kejadian harus dipastikan melalui pemeriksaan menyeluruh. Menurut dia, pengusutan perlu mencakup bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan SPPG.
«“Aparat perlu mengusut apakah kejadian ini akibat kelalaian atau ada unsur kesengajaan. Jika ditemukan pelanggaran yang terbukti membahayakan kesehatan siswa, tentu harus diproses sesuai ketentuan hukum,” kata Prof. Sutan
Soroti Dugaan Bahan Kedaluwarsa
Prof. Sutan juga menyoroti informasi mengenai dugaan penggunaan bahan pangan kedaluwarsa dalam penyediaan makanan MBG.
Ia menegaskan, informasi tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan resmi.
«“Kalau benar ada bahan pangan yang sudah kedaluwarsa digunakan, hal itu harus dipertanggungjawabkan. Namun, semuanya harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium dan proses hukum,” ujarnya.»
Menurut Prof. Sutan, keamanan pangan harus menjadi bagian utama dalam pelaksanaan program MBG karena penerima manfaatnya antara lain anak-anak sekolah.
«“Negara menjalankan program ini untuk meningkatkan gizi anak. Karena itu, keamanan pangan dan pengawasan SPPG harus menjadi prioritas,” katanya.»
Minta SPPG Dievaluasi
Prof. Sutan meminta aparat penegak hukum, Badan Gizi Nasional (BGN), dan instansi terkait mengevaluasi pengelolaan SPPG yang menyediakan makanan bagi siswa SMPN 1 Makale.
Ia juga meminta rantai penyediaan makanan diperiksa, mulai dari pengadaan bahan, penerimaan dan penyimpanan, proses memasak hingga makanan didistribusikan kepada siswa.
«“Harus jelas dari mana bahan makanan diperoleh, bagaimana penyimpanannya, kapan diolah, dan bagaimana pengawasannya. Jangan sampai kelemahan pengawasan baru diketahui setelah ada korban,” ujarnya.»
Sampel Makanan Diperiksa
Sebelumnya, 42 siswa SMPN 1 Makale dilaporkan mendapat penanganan di Puskesmas Makale Kota dan RSUD Tana Toraja setelah menyantap menu MBG berupa nasi, ayam suwir, sayur lodeh, dan susu.
Sebanyak tiga siswa dilaporkan menjalani rawat inap karena mengalami dehidrasi.
Sampel makanan kemudian diambil untuk pemeriksaan pihak berwenang, termasuk BPOM dan Dinas Kesehatan. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Hingga hasil pemeriksaan resmi keluar, dugaan penggunaan bahan kedaluwarsa maupun dugaan kelalaian pengelola SPPG belum dapat dinyatakan sebagai fakta. Klarifikasi dari pengelola SPPG dan keterangan resmi pemerintah juga diperlukan untuk melengkapi informasi mengenai kasus tersebut.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum PAMID (Association of Young Indonesian Advocates), Ketua Umum YPLBH Prof. Dr. Sutan Nasomal, serta Rektor Universitas STIA-STIH Pronass.Catatan: Saya sengaja mengubah frasa “diduga keracunan” menjadi “sakit seusai santap MBG” pada judul agar lebih akurat sebelum hasil laboratorium memastikan penyebabnya.Red















