Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

PGRI Aceh Singkil Fokus Perjuangkan Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

9
×

PGRI Aceh Singkil Fokus Perjuangkan Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

Sebarkan artikel ini

ACEH SINGKIL | BreakingNewspost.id — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil menetapkan peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan perlindungan hukum guru sebagai agenda utama organisasi. Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026.

Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi Hukum PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., mengatakan seluruh jajaran pengurus harus menyatukan langkah untuk memperkuat organisasi profesi guru sekaligus memperjuangkan kepentingan anggotanya.

«“Kami ingin seluruh pengurus bergerak satu hati dan satu tujuan untuk memajukan organisasi profesi guru, meningkatkan pengetahuan dan wawasan, serta mengupayakan peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujar Prof. Sutan saat dihubungi sejumlah pemimpin redaksi media di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).»

Ia berharap PGRI Aceh Singkil dapat menjadi organisasi profesi guru yang kuat dan menjadi barometer dalam pengembangan organisasi PGRI di Aceh.

Tujuh Agenda Strategis

Konferensi kerja tersebut menghasilkan tujuh agenda strategis.

Pertama, membentuk pengurus PGRI cabang kecamatan se-Kabupaten Aceh Singkil yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus hingga 5 September 2026.

Kedua, menetapkan pelaksanaan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 pada 25 November 2026 di Kecamatan Singkil.

Ketiga, memperkuat advokasi dan pendampingan hukum melalui LBH PGRI Aceh Singkil. Program tersebut diarahkan untuk memberikan perlindungan dan pendampingan hukum kepada anggota PGRI.

Keempat, melakukan pendataan pengurus dan anggota PGRI serta menyiapkan penerapan kartu digital elektronik guru se-Kabupaten Aceh Singkil.

Kelima, mendata anggota yang belum menyelesaikan pendidikan S1 dan guru yang berminat melanjutkan pendidikan S2 untuk mendukung peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia.

Keenam, memperkuat kegiatan sosial dan kemanusiaan bagi anggota dan keluarga besar PGRI yang mengalami musibah, bencana, atau persoalan sosial.

Ketujuh, mendirikan Koperasi Guru Aceh Singkil sebagai wadah penguatan ekonomi anggota.

Koperasi tersebut diharapkan dapat menyediakan layanan simpan pinjam, membuka peluang usaha bersama, serta memperkuat kemandirian ekonomi dan solidaritas antar-guru.

Tidak Berhenti di Forum

Prof. Sutan menegaskan hasil konferensi kerja harus diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat dirasakan anggota.

Menurut dia, penguatan organisasi tidak cukup hanya melalui struktur kepengurusan. PGRI juga perlu memastikan program advokasi, peningkatan pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan ekonomi berjalan secara terukur.

Konferensi Kerja PGRI Aceh Singkil Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme, solidaritas, perlindungan, dan kesejahteraan guru.

«“Insyaallah, kita menuju PGRI yang solid, profesional dan berdaya. Hidup Guru, hidup PGRI, solidaritas,” ujar Prof. Sutan.»

Narasumber: Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Dewan Pakar serta Ketua Advokasi Hukum PGRI Kabupaten Aceh Singkil.Posturnya saya buat lebih newsy daripada seremonial: fokus utama berada pada kesejahteraan, perlindungan hukum, kompetensi, dan koperasi sebagai program konkret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *