SOPPENG | BreakingNewspost — Kebocoran pipa jaringan PDAM Kampong Tanete-Abbanuange di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, kembali disorot aktivis pada Sabtu (12/9/2026). Kerusakan yang disebut telah berlangsung lama itu memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan jaringan dan respons Unit PDAM Abbanuange.
Sorotan tersebut disampaikan Rudiandi C.BJ., C.EJ., dan C.In. Mereka menilai kebocoran jaringan air bersih tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis. Penanganannya juga perlu dilihat dari sisi pelaporan, pemeriksaan, pemeliharaan, dan tindak lanjut perbaikan.
“Persoalannya bukan hanya di mana pipa bocor, tetapi bagaimana laporan kerusakan ditindaklanjuti dan siapa yang memastikan perbaikan dilakukan,” ujarnya.
Di lokasi, air terlihat keluar dan menggenang di sekitar bagian jaringan yang diduga mengalami kebocoran. Kondisi tersebut perlu diperiksa secara teknis untuk memastikan titik kerusakan, penyebab kebocoran, serta dampaknya terhadap distribusi air kepada pelanggan.
Aktivis mempertanyakan peran Kepala Unit PDAM Abbanuange dalam memastikan jaringan Kampong Tanete-Abbanuange mendapat penanganan ketika terjadi kerusakan.
meminta PDAM menjelaskan sejak kapan kebocoran diketahui, apakah masyarakat telah melaporkan kerusakan, kapan petugas memeriksa lokasi, serta apakah perbaikan sementara atau permanen pernah dilakukan.
Pertanyaan itu penting karena kebocoran jaringan yang berlangsung lama berpotensi menyebabkan kehilangan air sebelum mencapai pelanggan. Publik juga perlu mengetahui bagaimana sistem pengawasan jaringan berjalan ketika terjadi kerusakan.
Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya kelalaian Kepala Unit PDAM Abbanuange. PDAM perlu memberikan klarifikasi mengenai riwayat laporan, hasil pemeriksaan, kondisi teknis jaringan, kendala perbaikan, serta rencana penanganannya.
Aktivis mendorong Dirut PDAM Soppeng mengevaluasi penanganan jaringan tersebut. Mereka meminta setiap laporan kerusakan memiliki mekanisme tindak lanjut yang jelas hingga perbaikan benar-benar selesai.
Dengan demikian, kebocoran pipa Kampong Tanete-Abbanuange bukan hanya menyangkut air yang keluar dari jaringan, tetapi juga efektivitas pemeliharaan dan pengawasan infrastruktur pelayanan publik.Red















