Soppeng-BreakingNewspost.id — Tekanan cuaca yang kian tidak menentu serta keterbatasan sarana irigasi mendorong Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, untuk mulai mengambil langkah konkret. Pemetaan sumber air kini didorong sebagai upaya awal dalam mengatasi krisis air yang selama ini membayangi petani, khususnya di Desa Abbanuange.
Koordinator BPP Lilirilau, Haji Hamsiar, jadwalkan turun langsung bersama tim untuk meninjau sejumlah titik potensial sumber air. Peninjauan ini mencakup lahan-lahan pertanian warga, termasuk tanaman lombok milik petani setempat, guna memastikan ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Rencana tersebut akan dilaksanakan usai pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang. Tim diharapkan dapat langsung bergerak ke lapangan untuk mengambil titik koordinat mata air, sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan sistem distribusi air bagi kebutuhan pertanian.
“Insyallah setelah pertemuan hari Kamis, kita upayakan langsung ke lokasi untuk mengambil titik koordinat sumber air,” ujar Haji Hamsiar selasa 7 april 2026.
Langkah ini dinilai penting di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Pola hujan yang tidak menentu kerap membuat petani kesulitan menjaga ketersediaan air di lahan. Dalam beberapa kasus, tanaman mengalami kekeringan hingga mati sebelum masa panen, yang berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan petani.
Selain faktor cuaca, persoalan mendasar lain yang dihadapi petani adalah keterbatasan akses terhadap sumber air dan belum optimalnya jaringan irigasi. Kondisi ini memaksa petani mengandalkan metode penyiraman manual yang tidak efektif, terutama untuk lahan yang luas.
Dalam konteks tersebut, pemetaan sumber air menjadi fondasi penting. Data yang akurat mengenai lokasi dan potensi sumber air dinilai akan mempermudah pemerintah dalam merancang intervensi yang tepat, baik melalui pembangunan jaringan irigasi, penyediaan pompa air, maupun sistem distribusi air yang lebih efisien.
Pengamat pertanian menilai, langkah yang diambil BPP Lilirilau merupakan sinyal positif, namun perlu diikuti dengan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan. Tanpa tindak lanjut yang jelas, pemetaan berisiko hanya menjadi kegiatan administratif tanpa dampak nyata bagi petani.
“Pemetaan itu penting, tetapi yang lebih penting adalah realisasinya. Harus ada kelanjutan berupa program konkret yang bisa langsung dirasakan petani,” ujar seorang pengamat pertanian.
Di sisi lain, petani di Abbanuange menyambut baik rencana tersebut. Mereka berharap kehadiran pemerintah di lapangan tidak hanya sebatas pendataan, tetapi benar-benar menghadirkan solusi atas persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Bagi petani, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan penentu utama keberlangsungan usaha tani. Di tengah perubahan iklim yang kian nyata, kepastian akses air menjadi faktor kunci untuk menjaga produksi dan melindungi sumber penghidupan mereka.
Upaya pemetaan sumber air ini pun diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih tangguh dan adaptif, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak petani di tengah krisis air yang belum sepenuhnya teratasi.Red














