Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Dampak Domino Kelangkaan Solar, Daya Beli Masyarakat Kian Melemah

7
×

Dampak Domino Kelangkaan Solar, Daya Beli Masyarakat Kian Melemah

Sebarkan artikel ini

BANJARMASIN-BreakingNewspost.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Banjarmasin dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan efek berantai terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Antrean panjang di sejumlah SPBU tak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga memukul sektor distribusi dan logistik yang sangat bergantung pada pasokan solar.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional transportasi. Para pelaku usaha distribusi terpaksa menyesuaikan harga jual barang untuk menutupi biaya angkut yang terus membengkak. Akibatnya, harga sejumlah kebutuhan pokok di tingkat konsumen ikut mengalami kenaikan.

Situasi ini dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi daerah, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang saat ini menghadapi penurunan daya beli. Kenaikan harga barang kebutuhan harian membuat beban ekonomi warga semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Kalimantan Selatan, Dr. Akhmad Murjani, menilai persoalan kelangkaan solar subsidi tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak memicu penimbunan maupun penyalahgunaan.

“Jika kondisi ini terus berlangsung, dampaknya bukan hanya antrean di SPBU, tetapi bisa mengganggu rantai pasok barang dan stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Kelompok yang paling merasakan dampak kelangkaan solar adalah sopir angkutan darat, nelayan, hingga pelaku transportasi laut yang aktivitasnya sangat bergantung pada BBM subsidi tersebut. Banyak di antara mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre demi mendapatkan solar.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan agar aktivitas ekonomi tidak semakin terganggu dan daya beli masyarakat tidak terus melemah.

(Herman Soetiady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *