PASAMAN, SUMATERA BARAT | BreakingNewspost — Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman bersama jajaran puskesmas meningkatkan berbagai langkah pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul meningkatnya perhatian terhadap penyebaran penyakit tersebut di sejumlah wilayah. Upaya yang dilakukan tidak hanya melalui pengasapan (fogging) di lokasi yang terindikasi terdapat kasus, tetapi juga diperkuat dengan penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan jentik nyamuk, edukasi kesehatan, serta gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Di lapangan, petugas kesehatan melakukan fogging fokus sebagai respons terhadap lokasi yang teridentifikasi memiliki kasus DBD. Namun, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa fogging bukan merupakan solusi utama dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit. Pengasapan hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara telur, larva, dan kepompong nyamuk tetap harus diberantas melalui kebersihan lingkungan dan pengelolaan tempat penampungan air.
Karena itu, masyarakat diimbau secara rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat seluruh wadah penyimpanan air, mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai langkah pencegahan tambahan untuk menghindari gigitan nyamuk.
Selain pengasapan, petugas kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi guna mengetahui kemungkinan penyebaran kasus di sekitar lingkungan penderita. Pemeriksaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga dilakukan untuk mengidentifikasi sumber perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus Ketua Komisi II Fraksi Partai Gerindra, Khairuddin Simanjuntak, mengimbau masyarakat Kabupaten Pasaman agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat 26 orang berstatus suspek DBD dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Khairuddin menilai penanggulangan DBD memerlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Menurutnya, fogging merupakan langkah penanganan awal yang penting, tetapi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
«”Kami mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan yang turun langsung melakukan fogging dan berbagai upaya pencegahan. Namun yang paling penting adalah kesadaran bersama menjaga kebersihan lingkungan agar kasus DBD tidak terus bertambah,” ujarnya.»
Ia mengingatkan bahwa nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air bersih yang sering ditemukan di lingkungan permukiman. Oleh sebab itu, setiap keluarga diharapkan melakukan pemeriksaan rutin terhadap bak mandi, ember, drum penampungan air, talang, pot bunga, maupun barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi mendadak selama beberapa hari, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, mual, muntah, muncul bintik-bintik merah pada kulit, atau tanda perdarahan. Pemeriksaan dan penanganan medis sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah komplikasi serta menekan risiko kematian.
Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung upaya pencegahan dengan menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya sehari-hari. Keberhasilan menekan penyebaran DBD tidak hanya bergantung pada tindakan pemerintah melalui fogging, tetapi juga pada konsistensi masyarakat dalam melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, DPRD, dan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Kabupaten Pasaman dapat dikendalikan sehingga jumlah kasus maupun risiko kematian akibat penyakit tersebut dapat ditekan.
Penulis: Abdi Novirta.















