Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

DISARPUS Sikka Sosialisasikan Gerakan 30 Menit Membaca, Dorong Literasi dan Sains Sejak Dini

53
×

DISARPUS Sikka Sosialisasikan Gerakan 30 Menit Membaca, Dorong Literasi dan Sains Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Maumere-BreakingNewspost.id —Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) terus mendorong penguatan budaya literasi dan sains di kalangan pelajar. Upaya ini diwujudkan melalui sosialisasi Surat Edaran Bupati Sikka tentang Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta Penguatan Ekosistem Literasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Kamis (23/4/2026), dan diikuti oleh siswa-siswi SDIT Rabbani Maumere bersama para guru.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.

“Gerakan ini mendorong anak-anak untuk membaca minimal 30 menit setiap hari, sekaligus memperluas wawasan melalui wisata literasi dan sains. Ini bukan program seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan,” ujarnya.

Peran Sekolah Jadi Penentu

DISARPUS menekankan pentingnya keterlibatan sekolah sebagai ujung tombak implementasi. Tanpa peran aktif satuan pendidikan, gerakan literasi dinilai sulit berkembang secara konsisten.

Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah guna memastikan program berjalan efektif. Evaluasi ini juga diharapkan mampu mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus memberikan solusi yang tepat.

Wisata Literasi: Belajar di Luar Kelas

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan wisata literasi dan sains. Para siswa diajak mengenal langsung layanan perpustakaan, koleksi buku, hingga sistem pengelolaan arsip sebagai bagian dari tata kelola informasi.

Tur edukatif ini menjadi pengalaman baru bagi siswa, yang selama ini lebih banyak belajar di ruang kelas. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan itu, jajaran DISARPUS, termasuk Sekretaris Dinas Yuvensius Rafael, turut memperkenalkan fungsi dan peran masing-masing bidang kepada peserta.

Aktivitas Kreatif Perkuat Minat Belajar

Untuk menumbuhkan minat belajar, kegiatan juga diisi dengan lomba mewarnai dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Metode ini dinilai efektif dalam menggabungkan unsur edukasi dan hiburan, khususnya bagi siswa usia dini.

Kepala Sekolah SDIT Rabbani Maumere, Yanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai program ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Kegiatan ini sangat positif. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mengenal langsung lingkungan perpustakaan dan kearsipan,” ujarnya.

Menuju Ekosistem Literasi Berkelanjutan

DISARPUS berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi berkembang menjadi budaya di masyarakat. Dukungan lintas sektor, termasuk sekolah, pemerintah, dan komunitas, dinilai penting untuk membangun ekosistem literasi yang inklusif.

Dengan penguatan literasi dan sains sejak dini, Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan terciptanya sumber daya manusia yang lebih unggul, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.(Yuvenfernandez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *