SOPPENG BreakingNewspost.id — Kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kilogram dikeluhkan warga Desa Abbanuange, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan senin (31/8/2026) Di tengah sulitnya memperoleh pasokan untuk kebutuhan sehari-hari, harga elpiji disebut mencapai Rp45.000 per tabung, sehingga memicu keresahan masyarakat.
Aktivis hukum Rudiandi, C.BJ., C.EJ., C.In menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Menurut dia, persoalan elpiji bersubsidi tidak cukup dilihat dari ketersediaan barang, tetapi juga harus ditelusuri dari sisi distribusi dan harga di tingkat konsumen.
“Kalau masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi dan harga yang beredar mencapai Rp45.000, maka perlu ada pengecekan di lapangan untuk memastikan persoalan sebenarnya,” kata Rudiandi.
Menurut dia, pemerintah perlu memastikan apakah kenaikan harga tersebut terjadi di tingkat pengecer, pangkalan, atau akibat persoalan pada rantai distribusi. Rp45.000 per tabung masih merupakan informasi yang perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung dan keterangan resmi pihak terkait.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram dinilai berdampak langsung terhadap rumah tangga serta pelaku usaha kecil yang menggunakan gas bersubsidi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika pasokan sulit diperoleh, warga terpaksa mencari ke tempat lain dengan risiko harus membayar lebih mahal.
Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan distribusi. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa elpiji bersubsidi disalurkan sesuai peruntukan dan tersedia pada pangkalan resmi.
Rudiandi meminta pemerintah daerah bersama instansi yang membidangi energi dan perdagangan melakukan pengecekan terhadap stok, distribusi, harga, serta kondisi penyaluran elpiji 3 kilogram di Desa Abbanuange.
“Yang harus dipastikan adalah dari mana gas itu berasal, berapa harga di pangkalan, berapa yang diterima masyarakat, dan di titik mana terjadi kenaikan harga jika memang ada,” ujarnya.
Warga juga berharap pemerintah memberikan informasi yang transparan mengenai harga resmi elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan. Kejelasan tersebut penting agar masyarakat dapat membedakan antara harga resmi dengan harga yang muncul di tingkat pengecer.
Persoalan ini menjadi penting karena elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu. Karena itu, kelancaran distribusi dan pengawasan harga menjadi bagian penting dalam memastikan subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Jika pasokan di pangkalan tersedia tetapi warga tetap kesulitan memperoleh gas, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebaliknya, apabila pasokan memang terbatas, pemerintah perlu menjelaskan penyebab serta langkah yang disiapkan untuk mengatasi kekurangan tersebut.Red















