Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BMKG

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Barat Daya Polewali Mandar, BMKG: Berpusat di Kedalaman 10 Kilometer dan Tidak Berpotensi Tsunami

19
×

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Barat Daya Polewali Mandar, BMKG: Berpusat di Kedalaman 10 Kilometer dan Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini

POLEWALI MANDAR, BreakingNewspost.id — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis (9/7/2026) pukul 09.09.36 WITA. Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada pada koordinat 3,78 Lintang Selatan dan 119,02 Bujur Timur, sekitar 50 kilometer barat daya Polewali Mandar, dengan kedalaman 10 kilometer.

Karakter gempa yang tergolong dangkal tersebut berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih terasa dibandingkan gempa berkedalaman besar, terutama di wilayah yang berada relatif dekat dengan pusat gempa. Namun, tingkat kekuatan guncangan yang dirasakan masyarakat tetap bergantung pada jarak dari episentrum, kondisi geologi setempat, serta jenis tanah di masing-masing daerah.

Hingga informasi awal ini disampaikan, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan itu didasarkan pada parameter gempa yang terekam oleh jaringan pemantauan BMKG dan menjadi acuan resmi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti, sehingga kemungkinan terjadinya gempa susulan tetap perlu diantisipasi. Karena itu, warga diminta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Apabila merasakan guncangan, masyarakat disarankan segera melakukan langkah penyelamatan dengan berlindung di tempat yang aman, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan, serta tidak terburu-buru memasuki kembali bangunan sebelum dipastikan aman. Pemeriksaan terhadap kondisi rumah dan fasilitas umum juga penting dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.

BMKG juga mengingatkan bahwa parameter gempa yang dirilis pada menit-menit awal bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan apabila hasil analisis lanjutan menunjukkan adanya perubahan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan instansi kebencanaan terkait agar memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Sulawesi Barat berada pada kawasan yang aktif secara tektonik. Kesiapsiagaan masyarakat, ketepatan informasi, serta respons cepat dari pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko apabila terjadi aktivitas kegempaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *