KUPANG | BreakingNewsPost.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkokoh kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia, guna mendorong pembangunan berkelanjutan, peningkatan arus investasi, penguatan kapasitas pemerintahan daerah, serta optimalisasi potensi ekonomi unggulan yang dimiliki NTT.
Komitmen tersebut terjalin dalam pertemuan resmi antara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, yang berlangsung di Restoran Handayani, Kota Kupang, Kamis (30/7/2026) pukul 16.00 WITA. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua SKALA Indonesia, Petrarca Karetji, beserta jajaran dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis, meliputi pengembangan industri garam, penanaman modal, peningkatan konektivitas transportasi, pengembangan kawasan perbatasan, serta penguatan program-program pembangunan yang telah berjalan di wilayah NTT.
Apresiasi atas Dukungan Nyata melalui Program SKALA
Mengawali pembicaraan, Gubernur Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Australia atas dukungan yang selama ini diberikan, khususnya melalui Program SKALA.
“Terima kasih kepada Pemerintah Australia, terutama melalui Program SKALA yang telah berkali-kali hadir membantu kami. Di tengah berbagai keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah, Program SKALA hadir dengan dukungan yang sangat presisi dan tepat sasaran terhadap kebutuhan pembangunan di NTT,” ujar Gubernur Melki.
Menurutnya, arah pembangunan NTT saat ini difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan potensi unggulan masing-masing kabupaten dan kota. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi defisit perdagangan sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang merata.
Industri Garam Rote Ndao dan Konektivitas Kupang–Darwin
Salah satu potensi utama yang menjadi sorotan adalah pengembangan industri garam di Kabupaten Rote Ndao. Gubernur mengungkapkan bahwa melalui Perwakilan RI di Australia, telah terjalin komunikasi dengan investor dan pelaku industri garam asal Australia untuk menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
“Produksi garam di Rote merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Kami ingin membangun industri garam yang modern dan berdaya saing melalui kerja sama dengan Australia. Kami ingin belajar dari pengalaman Australia dalam mengelola industri ini, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Rote,” jelasnya.
Selain sektor ekonomi, Gubernur juga mengusulkan pembukaan kembali penerbangan langsung rute Kupang–Darwin yang pernah beroperasi beberapa tahun lalu. Menurutnya, jalur ini sangat strategis mengingat kedekatan geografis dan besarnya komunitas masyarakat asal NTT yang tinggal di Darwin.
“Kami berharap konektivitas ini dapat kembali dibuka, karena akan memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga hubungan persaudaraan antarmasyarakat kedua wilayah,” tambahnya.
Gubernur juga memaparkan perkembangan rencana pengembangan kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste menjadi Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ), yang dinilai akan semakin memperkuat posisi Pulau Rote sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Indonesia.
Komitmen Berkelanjutan Australia untuk NTT
Menanggapi berbagai gagasan yang disampaikan, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menegaskan komitmen kuat negaranya untuk terus mendukung pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
“NTT memiliki posisi yang sangat strategis bagi Australia karena kedekatan letaknya. Oleh karena itu, hampir seluruh program kerja sama Australia di Indonesia juga memberikan perhatian khusus kepada NTT,” ujar Rod Brazier.
Ia menambahkan, Pemerintah Australia akan terus memperluas kemitraan dengan Pemprov NTT melalui berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, pengurangan risiko bencana, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan di NTT. Terima kasih juga kepada Pemerintah Provinsi NTT yang selama ini telah memfasilitasi pelaksanaan berbagai program kerja sama, termasuk Program SKALA, sehingga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua SKALA Indonesia, Petrarca Karetji, menyampaikan bahwa pihaknya terus mempromosikan berbagai potensi unggulan NTT dalam berbagai forum di Australia. Menurutnya, hubungan persahabatan yang telah terjalin lama memiliki peluang besar berkembang menjadi kemitraan investasi yang saling menguntungkan.
“Kami terus memperkenalkan potensi NTT kepada para mitra di Australia. Kami berharap persahabatan yang terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama investasi di berbagai sektor unggulan daerah,” ujar Petrarca.
Menutup pertemuan, Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa setiap daerah di NTT memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda, sehingga strategi pembangunan harus bertumpu pada potensi lokal masing-masing.
“Kami ingin setiap kabupaten/kota memiliki pusat pertumbuhan sesuai keunggulannya. Rote dengan industri garamnya, daerah lain dengan potensi unggulannya masing-masing. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan lebih merata, nilai tambah dirasakan langsung masyarakat, dan cita-cita mewujudkan kemandirian daerah dapat tercapai,” pungkas Gubernur Melki.
Penulis: Bergita Abi















