Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Gubernur NTT Lantik Komisaris dan Direksi PT Jamkrida NTT serta Direktur PT Kawasan Industri Bolok, Perkuat Tata Kelola BUMD untuk Mendorong Ekonomi Daerah

15
×

Gubernur NTT Lantik Komisaris dan Direksi PT Jamkrida NTT serta Direktur PT Kawasan Industri Bolok, Perkuat Tata Kelola BUMD untuk Mendorong Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

KUPANG, BreakingNewsPost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melantik Komisaris Independen dan Direksi PT Jamkrida NTT (Perseroda) Masa Bakti 2026–2031 serta Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) Masa Bakti 2026–2031 di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kamis (9/7). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih profesional, akuntabel, dan mampu berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Pejabat yang dilantik pada PT Jamkrida NTT terdiri atas Frits Oscar Fanggidae dan Moni Wehelmina Muskanan sebagai Komisaris Independen, I Ketut Widya Karya sebagai Direktur Utama, Ferdinand Lerik sebagai Direktur Operasional, serta Yohanes Landu Praing sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Sementara itu, Martinus A. Sengaji Tokan dilantik sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa seluruh proses pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme yang terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), hingga penetapan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola perusahaan daerah yang mengedepankan profesionalisme dan meritokrasi.

Atas nama masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan selamat kepada seluruh komisaris dan direksi yang hari ini dilantik. Saudara-saudara telah melalui proses seleksi yang transparan dan objektif. Karena itu saya berharap kepercayaan ini dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” ujar Gubernur.

Ia menaruh harapan besar kepada jajaran baru PT Jamkrida NTT agar mampu memperkuat fungsi perusahaan sebagai lembaga penjamin kredit yang membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta berbagai sektor produktif lainnya. Menurutnya, keterbatasan akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan utama pengembangan ekonomi masyarakat di NTT, sehingga keberadaan Jamkrida memiliki posisi strategis dalam memperluas inklusi keuangan.

Gubernur juga berharap pengalaman Direktur Utama PT Jamkrida NTT yang baru, I Ketut Widya Karya, dapat menjadi modal penting dalam memperkuat sistem penjaminan kredit di NTT. Pengalaman yang diperoleh selama bertugas di PT Jamkrida Bali diharapkan dapat diadaptasi sesuai karakteristik ekonomi daerah sehingga mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif.

Kita ingin belajar dari pengalaman yang berhasil. Saya berharap praktik-praktik terbaik tersebut dapat dikembangkan di NTT sehingga semakin banyak UMKM memperoleh akses pembiayaan melalui sistem penjaminan yang sehat, profesional, dan berkelanjutan,” katanya.

Selain peningkatan kinerja bisnis, Gubernur menekankan pentingnya penerapan prinsip good corporate governance. Menurutnya, tata kelola yang baik merupakan fondasi utama agar perusahaan daerah mampu berkembang secara sehat, memperoleh kepercayaan publik, serta terhindar dari berbagai persoalan hukum maupun risiko tata kelola.

Kita tidak ingin ada lagi persoalan hukum yang muncul akibat lemahnya tata kelola. Karena itu bekerjalah secara profesional, transparan, akuntabel, dan patuh terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. Orientasi utama BUMD adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepada Martinus A. Sengaji Tokan yang dipercaya sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok, Gubernur meminta agar segera membangun koordinasi dengan jajaran direksi lainnya sehingga pengembangan kawasan industri dapat berjalan lebih cepat. Menurutnya, kawasan industri memiliki peran penting dalam menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Lebih jauh, Gubernur kembali menegaskan konsep NTT Incorporated, yakni penguatan sinergi seluruh BUMD sebagai satu ekosistem ekonomi daerah. Dalam konsep tersebut, setiap BUMD diharapkan menjalankan fungsi yang saling melengkapi sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi.

Bank NTT diharapkan memperkuat fungsi intermediasi pembiayaan, PT Jamkrida NTT memperluas penjaminan kredit, PT Kawasan Industri Bolok mendorong pengembangan investasi dan kawasan industri, sementara PT Flobamor diharapkan memperkuat pengelolaan potensi ekonomi strategis daerah. Seluruhnya diarahkan untuk bekerja secara terpadu bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.

Menurut Gubernur, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan, perikanan, industri, serta pembiayaan usaha masyarakat, termasuk melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

“Kita harus membangun NTT melalui kerja bersama. Seluruh BUMD harus bergerak sebagai satu kekuatan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi yang baik bersama perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan, saya yakin potensi besar NTT dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi jajaran komisaris dan direksi yang baru untuk membuktikan kapasitas kepemimpinan melalui peningkatan kinerja perusahaan, penguatan tata kelola, serta kemampuan menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata. Keberhasilan mereka ke depan tidak hanya akan diukur dari capaian bisnis masing-masing BUMD, tetapi juga dari kontribusinya dalam memperkuat perekonomian daerah, memperluas kesempatan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.Apabila tersedia, tambahkan target kinerja masing-masing BUMD, nilai aset dan laba terbaru, serta indikator yang ingin dicapai selama masa bakti 2026–2031 agar analisis berita menjadi lebih komprehensif dan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tantangan serta arah pengembangan BUMD di Nusa Tenggara Timur.

Bergita abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *