KUPANG, BreakingNewsPost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Kafilah NTT yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tidak menjadikan kompetisi semata-mata sebagai ajang mengejar juara.
Melkiades menekankan bahwa MTQ harus menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Melkiades saat melepas Kafilah NTT di Ruang Rapat Asisten, Kantor Gubernur NTT, Kamis (3/9/2026). MTQ XXXI Nasional dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026.
Menurut Melkiades, prestasi tetap penting. Namun, tujuan yang lebih mendasar adalah membentuk manusia yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, iman, akhlak, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar sebuah perlombaan untuk meraih juara. MTQ merupakan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki integritas,” ujar Melkiades.
Ia mengatakan pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan keterampilan. Pembentukan karakter, spiritualitas, kejernihan hati, dan keluhuran budi juga harus menjadi bagian dari pembangunan.
Karena itu, Melkiades berharap pembinaan generasi Qur’ani di NTT tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kata dia, harus tercermin dalam perilaku dan tindakan.
“Kita tidak cukup hanya melahirkan generasi yang fasih membaca Al-Qur’an, tetapi kita membutuhkan generasi yang mampu menghadirkan ruh Al-Qur’an di tengah kehidupan,” katanya.
Al-Qur’an sebagai Kompas Kehidupan
Melkiades mengatakan perubahan zaman dan derasnya arus informasi membuat generasi muda membutuhkan pegangan moral yang kuat.
Ia menilai Al-Qur’an dapat menjadi pedoman untuk menjaga arah kehidupan di tengah perubahan tersebut.
“Di tengah derasnya arus zaman, Al-Qur’an tentu akan menjadi kompas yang menuntun arah, cahaya yang menerangi langkah, dan jangkar yang menjaga hati agar tidak kehilangan pijakan,” ujarnya.
Kepada Kafilah NTT, Melkiades meminta seluruh peserta memberikan kemampuan terbaik dalam kompetisi. Namun, ia mengingatkan agar peserta tidak hanya berorientasi pada hasil penilaian.
Setiap ayat yang dilantunkan, kata dia, harus disertai penghayatan agar pesan Al-Qur’an tidak berhenti pada keindahan suara.
“Jadikanlah setiap lantunan sebagai jalan untuk mengetuk pintu hati; setiap ayat yang dibaca bukan sekadar terdengar indah di telinga, tetapi juga mampu menyentuh dan menggerakkan hati siapa pun yang mendengarkannya,” pesannya.
Melkiades menegaskan bahwa kemenangan tidak semata-mata diukur dari posisi sebagai juara. Bagi dia, keberhasilan yang lebih bermakna adalah ketika nilai Al-Qur’an mampu membawa perubahan dalam kehidupan manusia.
“Kemenangan yang kita harapkan bukan hanya ketika nama Kafilah Nusa Tenggara Timur disebut sebagai juara,” katanya.
Kafilah Diminta Jaga Nama Baik NTT
Dalam acara tersebut, Melkiades juga mengajak peserta dan undangan mendoakan masyarakat Flores dan wilayah sekitarnya yang sedang menghadapi musibah gempa bumi.
Ia mengatakan semangat mengikuti MTQ harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa bencana.
“Di saat sebagian saudara kita sedang berduka, maka kebahagiaan dan semangat yang kita rasakan hari ini hendaknya juga kita iringi dengan doa dan kepedulian,” ujarnya.
Melkiades menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTT, pembina, pelatih, official, pendamping, serta seluruh pihak yang mempersiapkan Kafilah NTT.
Ia meminta seluruh anggota kafilah menjaga nama baik NTT selama berada di Semarang. Peserta diminta tampil percaya diri, disiplin, menjunjung sportivitas, serta menghormati peserta dari daerah lain.
“Bawalah nama Nusa Tenggara Timur dengan kehormatan. Bawalah doa dan harapan seluruh masyarakat NTT. Yang terpenting, bawalah Al-Qur’an tidak hanya dalam hafalan dan lantunan suara, tetapi juga dalam hati, akhlak, dan setiap tindakan,” pesan Melkiades.
Pelepasan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi V DPRD NTT Muhammad Supriadin Puarake, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, unsur Forkopimda NTT, Ketua LPTQ Provinsi NTT H. Moh. Anshor, serta para pembina, pelatih, official, pendamping dan peserta Kafilah NTT.Catatan redaksi: Saya menghapus pengulangan kalimat yang terlalu panjang dan memperbaiki posisi keterangan Kamis (3/9/2026) agar SPOK lebih bersih. Sudut beritanya tetap kuat: prestasi MTQ penting, tetapi ukuran keberhasilan yang ditekankan Gubernur adalah sejauh mana nilai Al-Qur’an diwujudkan dalam perilaku dan kehidupan.
Bergita abi
















