Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Hardiknas Tingkat Kecamatan Bola Dimeriahkan Atraksi Budaya, Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

11
×

Hardiknas Tingkat Kecamatan Bola Dimeriahkan Atraksi Budaya, Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Sikka-Breakingnewspost.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, berlangsung meriah dan sarat makna pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di SDI Uma Uta, Desa Uma Uta, Kecamatan Bola ini tidak hanya menjadi momentum refleksi pendidikan, tetapi juga ruang ekspresi budaya lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan berbagai atraksi budaya serta lomba paduan suara yang diikuti oleh delapan sekolah dasar dari Gugus II Umauta. Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian acara.

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut dinilai selaras dengan salah satu dari enam tekad pembangunan Kabupaten Sikka, khususnya dalam konteks Kecamatan Bola, yakni Bola Cerdas Merata yang menitikberatkan pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan.

Camat Bola, Charolus Luanga Saka, yang bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya menekankan sejumlah poin strategis bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di wilayah tersebut.

Ia mendorong peningkatan capaian literasi dan numerasi melalui pembiasaan membaca sebelum kegiatan belajar mengajar selama 30 menit. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan serta penguatan budaya belajar di rumah atau gong belajar sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Di sisi administrasi, Charolus menekankan agar tenaga kependidikan, khususnya operator sekolah, mengelola data Dapodik secara akurat dan sesuai kondisi riil. Ia mengingatkan agar tidak terjadi manipulasi data, terutama untuk kepentingan akreditasi.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya peran Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPK). Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak, bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.

“Saya menitipkan anak-anak SD se-Kecamatan Bola kepada para guru untuk dilindungi dari segala bentuk kekerasan. Sementara kepada siswa, saya ingatkan untuk tidak membiasakan perilaku mengejek atau bullying terhadap sesama,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak para guru untuk terus meningkatkan disiplin dan kompetensi, terutama dalam menghadapi tuntutan era digital. Penataan perpustakaan sekolah juga menjadi perhatian, agar mampu menarik minat siswa untuk membaca dan belajar.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni budaya, di antaranya tarian Papak dan Ikun Beta yang dibawakan siswa SDN Wajong. Penampilan tersebut mendapat apresiasi karena dinilai mampu menampilkan energi dan kekompakan dalam setiap gerakan.

Charolus menilai potensi seni yang dimiliki para siswa dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) di wilayah Bola.

“Mereka adalah cikal bakal generasi penerus sanggar-sanggar seni yang dapat memperkuat konsep pembangunan pariwisata di wilayah ini,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari kelompok kerja kepala sekolah, pengawas pendidikan, kepala desa dan perangkatnya, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, hingga perwakilan gereja dan tenaga pendidik di lingkungan Gugus II Umauta.

Melalui peringatan Hardiknas ini, pemerintah kecamatan berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *