Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pristiwa

Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalimantan Barat, Delapan Penumpang meninggal Dunia, Penyebab Diselidiki

7
×

Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalimantan Barat, Delapan Penumpang meninggal Dunia, Penyebab Diselidiki

Sebarkan artikel ini

Sekadau, Kal-Bar-BreakingNewspost.id — Kecelakaan helikopter kembali terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Seluruh penumpang helikopter jenis Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, dipastikan meninggal dunia setelah proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Helikopter yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara tersebut lepas landas dari helipad PT Cipta Mahkota di Kabupaten Melawi pada Kamis (16/4/2026) pukul 07.34 WIB dengan tujuan Kubu Raya. Berdasarkan informasi awal, penerbangan berlangsung normal pada fase awal perjalanan.

Namun, sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak saat melintasi kawasan hutan. Kondisi ini segera memicu respons dari tim SAR gabungan yang mulai melakukan pencarian sejak siang hari di wilayah yang dikenal memiliki medan berat dan akses terbatas.

Proses pencarian tidak berlangsung mudah. Kawasan hutan lebat dengan kontur geografis yang sulit dijangkau menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan dan relawan setempat.

Setelah lebih dari satu hari pencarian, lokasi jatuhnya helikopter akhirnya ditemukan pada Jumat (17/4/2026) pagi. Penemuan ini menjadi titik awal proses evakuasi yang juga berlangsung penuh tantangan.

Evakuasi korban dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Medan yang sulit serta keterbatasan akses memaksa tim bekerja ekstra hati-hati dan memakan waktu berjam-jam hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Jenazah kemudian dibawa ke Pontianak untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Delapan orang berada di dalam helikopter tersebut. Mereka terdiri dari pilot, teknisi, serta enam penumpang. Identitas korban masing-masing adalah Capt. Marindra Wibowo (pilot), Harun Arasyid (engineer), serta enam penumpang yakni Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Pihak berwenang memastikan seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Pontianak guna memastikan data korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Hingga saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan. Otoritas terkait masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mengumpulkan data teknis penerbangan, kondisi cuaca, serta kemungkinan faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.

Sejumlah pihak menilai, kecelakaan ini kembali menyoroti tantangan keselamatan penerbangan di wilayah dengan karakter geografis kompleks seperti Kalimantan. Jalur penerbangan yang melintasi hutan lebat dan daerah terpencil memerlukan standar keselamatan yang tinggi, termasuk kesiapan teknis dan mitigasi risiko yang matang.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi duka mendalam bagi keluarga korban. Harapan akan perjalanan yang aman berubah menjadi tragedi yang menyisakan kehilangan.

Kecelakaan ini menambah daftar insiden transportasi udara di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius, tidak hanya dalam aspek investigasi, tetapi juga dalam upaya pencegahan ke depan.

Pemerintah dan otoritas penerbangan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kejadian ini secara transparan, sekaligus mengambil langkah-langkah perbaikan guna memastikan keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah dengan medan yang menantang.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *