FLORES TIMUR-BreakingNewspost.id — Gunung Api Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengalami erupsi pada Minggu (7/6/2026) pukul 09.23 WITA. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung atau mencapai ketinggian sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut.
Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 44 detik.
Hingga saat ini status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level III (Siaga). Karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Selain ancaman erupsi, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan. Ancaman tersebut dapat terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan sekitar gunung, terutama pada daerah yang dilalui aliran sungai berhulu di puncak gunung.
Wilayah yang diminta waspada meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.
Sementara itu, warga yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta dengan PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
PVMBG menegaskan akan terus memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi penanggulangan bencana untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan terkini.
Yuven Fernandez















