Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pristiwa

Hujan Deras Rendam Batu Palatta, Permukiman Mulai Tergenang, Ancaman Banjir Menguat

5
×

Hujan Deras Rendam Batu Palatta, Permukiman Mulai Tergenang, Ancaman Banjir Menguat

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar-BreakingNewspost.id — Intensitas hujan yang tinggi pada Senin (27/4/2026) mulai berdampak pada kawasan permukiman di Batu Palatta, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Sejumlah titik dilaporkan tergenang air, memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir yang lebih besar jika hujan terus berlanjut.

Dari pantauan di lapangan, genangan air mulai merambah ke area pemukiman. Halaman rumah warga tampak terendam, bahkan di beberapa titik air dilaporkan sudah mendekati ambang masuk ke dalam rumah. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan meningkatkan kewaspadaan.

Warga menyebut, wilayah Batu Palatta termasuk kawasan yang rawan terdampak genangan saat curah hujan tinggi. Dalam kondisi tertentu, genangan dapat berkembang menjadi banjir jika air tidak segera surut.

“Biasanya kalau hujan lama, air cepat naik. Kami sudah mulai waspada, takutnya jadi banjir besar,” kata salah satu warga.

Selain curah hujan yang tinggi, faktor teknis seperti sistem drainase dan aliran air di sekitar permukiman diduga belum optimal. Air yang tidak mengalir lancar menyebabkan penumpukan di titik-titik rendah, sehingga genangan meluas dalam waktu relatif singkat.

Situasi ini mendorong sebagian warga mengambil langkah antisipasi. Barang-barang berharga mulai diamankan ke tempat yang lebih tinggi, sementara warga lainnya terus memantau kondisi air untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait evakuasi. Namun, kondisi di lapangan terus dipantau, mengingat potensi hujan susulan masih terbuka dan dapat memperburuk keadaan.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan evakuasi jika kondisi memburuk.

Di sisi lain, kondisi tanah yang telah jenuh akibat curah hujan berulang menjadi faktor risiko tambahan. Situasi ini dapat mempercepat peningkatan debit air dan memperluas area terdampak genangan.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Tanpa penanganan cepat dan terkoordinasi, genangan yang terjadi berpotensi berkembang menjadi bencana banjir yang lebih luas di kawasan tersebut.

@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *