Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

HNSI Pandeglang Imbau Nelayan Tak Dekati Anak Gunung Krakatau Dalam Radius 3 Kilometer

7
×

HNSI Pandeglang Imbau Nelayan Tak Dekati Anak Gunung Krakatau Dalam Radius 3 Kilometer

Sebarkan artikel ini

PANDE.GLANG | BreakingNewspost.Id — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang meminta nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda menghindari kawasan Anak Gunung Krakatau dalam radius 3 kilometer. Imbauan itu disampaikan Ketua HNSI Pandeglang Dede Widarso sebagai langkah kewaspadaan terhadap kondisi aktivitas vulkanik gunung api tersebut.

Dede mengatakan keselamatan nelayan harus menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang melakukan pelayaran dan penangkapan ikan di sekitar Selat Sunda. Nelayan diminta tidak mendekati kawasan gunung api dan mengikuti ketentuan keselamatan yang ditetapkan otoritas berwenang.

“Saya mengimbau kepada para nelayan yang masih beraktivitas di laut untuk tidak mendekati Anak Gunung Krakatau dalam radius 3 kilometer. Saya berharap para nelayan tetap waspada dan menjaga diri dari kawasan tersebut,” ujar Dede, Senin (6/10/2026).

Menurut Dede, nelayan perlu memperhatikan perkembangan informasi resmi sebelum memutuskan untuk melaut. Informasi tersebut mencakup kondisi aktivitas gunung api, cuaca, gelombang, serta situasi perairan yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

HNSI Pandeglang juga meminta nelayan tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai satu-satunya rujukan. Nelayan diharapkan memantau informasi dari BMKG dan PVMBG, serta mengikuti arahan instansi terkait apabila terdapat perubahan kondisi atau rekomendasi keselamatan.

Dede menilai akses terhadap informasi yang cepat dan akurat penting bagi nelayan karena mereka beraktivitas langsung di laut. Keputusan untuk melaut, menurut dia, harus mempertimbangkan kondisi alam dan informasi keselamatan terbaru.

“Keselamatan nelayan adalah prioritas utama,” kata Dede.

Ia mengatakan HNSI Pandeglang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membantu menyampaikan perkembangan informasi kepada masyarakat nelayan.

Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai kondisi Anak Gunung Krakatau dapat diterima nelayan secara cepat dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran di lapangan.

Dede juga mengajak nelayan tetap tenang dalam menyikapi perkembangan aktivitas vulkanik. Menurut dia, kewaspadaan perlu dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan.

“Semoga para nelayan yang masih beraktivitas melaut senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Imbauan HNSI tersebut sekaligus menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan utama di tengah aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Nelayan tetap membutuhkan akses ke laut untuk mencari nafkah, tetapi aktivitas tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

Adapun batas radius 3 kilometer yang disampaikan HNSI perlu dipahami sesuai informasi dan rekomendasi resmi dari otoritas terkait. Penetapan zona aman atau zona yang harus dihindari merupakan kewenangan instansi yang memiliki mandat dalam pemantauan dan mitigasi aktivitas gunung api.

Karena itu, nelayan diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi resmi dan segera menyesuaikan aktivitas apabila terdapat perubahan rekomendasi keselamatan.

HNSI Kabupaten Pandeglang merupakan organisasi yang mewadahi kepentingan nelayan di wilayah Pandeglang dan sekitarnya. Dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan, organisasi tersebut berperan membantu menyampaikan informasi dan aspirasi nelayan kepada pihak terkait.Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *