Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Infrastruktur Terabaikan di Bulo, Warga Soroti Kinerja Pemda

10
×

Infrastruktur Terabaikan di Bulo, Warga Soroti Kinerja Pemda

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar-BreakingNewspost.id — Kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali menjadi perhatian setelah warga menyoroti belum meratanya pembangunan, khususnya pada akses jalan yang hingga kini masih terbatas.

Di sejumlah titik, termasuk Dusun Lakkese dan Desa Lenggo, kondisi jalan dilaporkan rusak dan sulit dilalui kendaraan. Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Warga setempat menyebut, persoalan jalan rusak bukanlah hal baru. Kondisi tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama tanpa penanganan signifikan dari pihak terkait.

“Sudah lama seperti ini. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah,” ujar Kepala Dusun Lakkese, Rabu (30/4/2026).

Keterbatasan akses ini menjadi semakin terasa dalam situasi darurat. Dalam beberapa kasus, warga terpaksa mengandalkan tenaga manual untuk membawa orang sakit maupun jenazah dengan melintasi medan hutan dan sungai karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi.

Peristiwa penanduan jenazah yang terjadi baru-baru ini menjadi salah satu contoh yang kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Sejumlah kalangan menilai, kondisi ini mencerminkan ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

Di sisi lain, hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana konkret penanganan jalan di wilayah tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Pengamat pembangunan wilayah menilai, tantangan pembangunan di daerah terpencil umumnya dipengaruhi oleh kondisi geografis yang sulit, keterbatasan anggaran, serta prioritas pembangunan yang belum merata. Meski demikian, akses jalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat dinilai perlu menjadi perhatian utama.

Warga menegaskan bahwa keberadaan jalan yang layak bukan hanya mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera turun langsung meninjau kondisi lapangan dan mengambil langkah nyata, baik melalui penanganan darurat maupun perbaikan bertahap.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *