SOPPENG |BreakingNewsPost.id — Kepala Desa Abbanuange, Buhari, menghadiri malam resepsi Mappacci akad nikah anak bungsu Hammatang dengan Hj. Juma di Dusun Saleng, Jumat (4/9/2026). Kehadiran Buhari menjadi bagian dari suasana kekeluargaan dalam prosesi pernikahan yang berlangsung kental dengan nuansa adat Bugis.
Resepsi berlangsung meriah. Pelaminan bernuansa emas dihiasi ornamen khas Bugis dan rangkaian bunga, sementara keluarga serta kerabat berkumpul mengikuti rangkaian acara.
Mappacci menjadi salah satu tradisi penting dalam rangkaian perkawinan masyarakat Bugis. Prosesi tersebut mengandung makna simbolik berupa doa, harapan, dan niat baik bagi calon pengantin dalam memasuki kehidupan rumah tangga.
Kehadiran Buhari dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan keterlibatan pemerintah desa dalam kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah desa tidak hanya menjalankan fungsi administrasi dan pembangunan, tetapi juga hadir dalam berbagai momentum kemasyarakatan.
Namun, kehadiran kepala desa dalam acara keluarga tersebut lebih tepat dipandang sebagai bentuk silaturahmi dan penghormatan terhadap kegiatan warga, bukan sebagai bagian dari prosesi adat itu sendiri.
Tradisi Mappacci sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan keluarga, kerabat, dan masyarakat. Di tengah perubahan zaman, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat dinilai penting agar warisan budaya tetap dikenal dan dipahami.
Suasana malam resepsi di Dusun Saleng berlangsung hangat. Para tamu hadir memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang tengah melangsungkan pernikahan.
Bagi masyarakat Bugis, pelestarian adat tidak berhenti pada kemeriahan sebuah acara. Nilai yang terkandung di dalamnya—seperti penghormatan kepada keluarga, kebersamaan, doa, dan gotong royong—menjadi bagian yang terus diwariskan.
Kehadiran Kades Abbanuange Buhari dalam momentum tersebut menjadi bagian dari interaksi sosial antara pemerintah desa dan masyarakat. Di sisi lain, keluarga besar Hammatang dan Hj. Juma melanjutkan tradisi pernikahan dengan tetap membawa nuansa adat Bugis.
Malam Mappacci dan akad nikah di Dusun Saleng bukan sekadar perayaan keluarga. Momentum itu menjadi gambaran bagaimana adat, silaturahmi, dan kebersamaan masih mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat.Red















