Luwu,BreakingNewsPost.Id-Suasana duka betul-betul terasa di Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, saat kabar berpulangnya almarhum Baso, SH menyebar ke masyarakat. Sosok yang dikenal sebagai Kepala Desa Bonelemo sekaligus pernah menjadi anggota DPRD Luwu itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga.
Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan ke rumah duka. Tidak hanya keluarga dan kerabat dekat, masyarakat dari berbagai dusun bahkan wilayah sekitar turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana penuh haru tak terhindarkan, tangisan keluarga pecah saat jenazah almarhum disiapkan untuk diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Warga terlihat berjejer mengantar jenazah, sebagian berjalan kaki hingga ke lokasi pemakaman. Di sepanjang jalan, banyak yang hanya bisa menunduk, mengenang sosok almarhum yang selama ini dikenal dekat dan tidak berjarak dengan masyarakat.
Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, turut hadir langsung di tengah suasana duka tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya, terlebih kepada sosok pemimpin desa yang telah banyak mengabdikan diri.
Setibanya di lokasi, Wakil Bupati langsung menyapa keluarga almarhum dan masyarakat yang hadir. Ia tampak berbincang singkat dengan keluarga, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Luwu, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi Allah SWT,” ucapnya dengan penuh empati.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan santunan sebesar Rp42.000.000 kepada keluarga almarhum. Bantuan tersebut diharapkan bisa sedikit membantu dan meringankan beban keluarga yang sementara berduka.
Bagi warga Bonelemo, almarhum Baso, SH bukan sekadar kepala desa. Ia dikenal sebagai sosok yang sering turun langsung ke lapangan, melihat kondisi warga tanpa harus menunggu laporan. Bahkan, dalam berbagai kegiatan sosial maupun urusan masyarakat, ia kerap hadir tanpa banyak protokoler.
“Memang begitu orangnya, tidak banyak bicara tapi banyak kerja. Kalau ada warga susah, pasti diusahakan dibantu,” ungkap salah satu warga.
Selain itu, kiprah almarhum sebagai mantan anggota DPRD Luwu juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Pengalamannya di dunia politik turut membawa perubahan dan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di wilayahnya.
Di mata warga, almarhum dikenal sederhana. Tidak suka berlebihan, mudah ditemui, dan selalu membuka diri untuk masyarakat. Hal itulah yang membuat kepergiannya terasa begitu kehilangan.
Saat prosesi pemakaman berlangsung, suasana semakin haru. Tangis keluarga kembali pecah ketika jenazah mulai dimasukkan ke liang lahat. Warga yang hadir hanya bisa menundukkan kepala, sebagian terlihat mengusap air mata.
Beberapa warga bahkan masih bertahan di lokasi pemakaman hingga prosesi selesai, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini mereka anggap sebagai panutan.
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Desa Bonelemo secara keseluruhan. Sosok pemimpin yang dekat, sederhana, dan peduli kini telah tiada.
Semoga almarhum diterima segala amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Al-Fatihah. Aamiin
Penulis: AsL





