JAKARTA,BreakingNewsPost.id — Ketua Umum APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus dibangun di atas prinsip loyalitas, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi. Menurutnya, setiap pengurus harus mampu menempatkan kepentingan organisasi, anggota, pelaku PKL dan UMKM, rakyat, bangsa, serta negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pesan tersebut disampaikan Ali Mahsun saat menerima Ketua DPD APKLI Perjuangan Kabupaten Pandeglang, Omam, bersama sekretaris dan bendahara, di PG Center, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Dalam arahannya, Ali Mahsun mengibaratkan organisasi sebagai sebuah bangunan yang memiliki landasan serta pagar pembatas yang jelas. Menurutnya, setiap kader wajib berjalan sesuai koridor organisasi agar arah perjuangan tetap terjaga.
Berorganisasi itu ada landasan dasar. Ada pagar atau tanggul kanan dan kiri, atas dan bawah. Juga pagar atau tanggul depan dan belakang. Yang tidak tegak lurus atau bercabang kaki lebih arif dan bijak mundur daripada dicopot dengan tidak hormat,” tegas Ali Mahsun.
Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut berlaku bagi seluruh jajaran APKLI Perjuangan, mulai dari pengurus pusat hingga Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia, termasuk jajaran di Provinsi Banten.
Menurut Ali Mahsun, organisasi yang kuat hanya dapat dibangun melalui disiplin, konsistensi, serta loyalitas terhadap visi dan misi organisasi. Karena itu, setiap pengurus diharapkan menjaga integritas dan tidak menjalankan agenda yang bertentangan dengan garis kebijakan organisasi.
Sebagai ilustrasi, Ali Mahsun menyinggung sikap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Penyebutan nama tersebut disampaikan sebagai analogi dalam konteks penyampaian pandangan pribadi mengenai pentingnya sikap kesatria dan tanggung jawab dalam organisasi, bukan sebagai pernyataan mengenai status hukum ataupun jabatan yang bersangkutan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepengurusan APKLI Perjuangan harus menjadi motor penggerak pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.
Ksatria, disiplin, dan tegak lurus terhadap kepentingan organisasi, anggota, rakyat, bangsa, dan negara merupakan keniscayaan kepemimpinan di APKLI Perjuangan,” ujar Ali Mahsun.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah konsolidasi internal APKLI Perjuangan dalam memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan di daerah, serta memastikan seluruh jajaran menjalankan amanah organisasi secara konsisten sesuai anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan keputusan organisasi.Red















