Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kriminal

KM 8 Palopo Bergejolak Sejak Dini Hari Hingga Pagi, Jalan Lumpuh dan Aparat Jadi Sasaran

34
×

KM 8 Palopo Bergejolak Sejak Dini Hari Hingga Pagi, Jalan Lumpuh dan Aparat Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini

 

Palopo, BreakingNewsPost.Id-Ketegangan di kawasan Jalan Dr. Ratulangi KM 8, Kota Palopo, berlangsung cukup panjang pada Rabu, 15 April 2026. Bentrokan antar kelompok pemuda dilaporkan mulai terjadi sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WITA dan baru benar-benar mereda menjelang pagi sekitar pukul 08.30 WITA.

Aksi yang melibatkan pemuda dari Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara dan Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua ini membuat situasi di lokasi mencekam selama berjam-jam. Warga sekitar mengaku tidak bisa beraktivitas normal karena khawatir terkena imbas dari bentrokan.

Sejak awal kejadian, suara teriakan dan lemparan batu sudah terdengar di sepanjang jalan poros. Seiring berjalannya waktu, jumlah massa semakin bertambah hingga membuat kondisi semakin sulit dikendalikan.

Akibatnya, akses jalan utama di KM 8 sempat lumpuh total. Sejumlah pengendara yang hendak melintas terpaksa berhenti dan mencari jalur alternatif demi menghindari keributan yang terus berlangsung hingga pagi hari.

Mantan Lurah Buntu Datu, Anni Sip, turut menjadi salah satu saksi situasi tersebut. Ia mengaku sempat terhenti saat melintas karena tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju kantor.

“Sempatka singgah karena tidak bisaki lewat. Dari subuh itu sudah tidak bisa dilewati, jadi turunma juga lihat langsung bagaimana kondisi di sana,” ujarnya.

Ia menyebut, situasi di lapangan cukup tegang dengan kelompok pemuda yang masih bertahan hingga pagi. Warga sekitar pun lebih memilih bertahan di dalam rumah demi keselamatan.

“Tidak beraniki keluar, apalagi sampai pagi masih berlangsung. Takutki kena lemparan atau hal lain,” tambahnya.

Melihat kondisi yang terus berlangsung lama, aparat gabungan dari TNI-Polri langsung turun tangan. Danramil Wara Kota, Kapten Infanteri Agus Purwono, hadir di lokasi bersama personel untuk membantu meredam situasi.

Dari pihak kepolisian, Kasat Reskrim Polsek Telluwanua juga memimpin langsung upaya pembubaran massa. Sejumlah personel dikerahkan untuk mengurai kerumunan dan mengendalikan kondisi yang sempat memanas.

Selain itu, para Babinsa dari kedua kelurahan juga ikut dilibatkan dalam proses penanganan. Mereka berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada warga dan pemuda yang terlibat agar situasi bisa segera dikendalikan.

Namun di tengah upaya tersebut, terjadi insiden yang memperparah keadaan. Mobil Patroli Kota (Patko) Unit Sabhara Polres Palopo menjadi sasaran tembak oleh pihak tak dikenal. Kaca bagian belakang kendaraan itu pecah setelah terkena tiga kali tembakan yang diduga berasal dari senjata rakitan.

Kejadian itu membuat warga yang masih berada di sekitar lokasi langsung menjauh karena panik.

“Pas ada bunyi tembakan, langsungmi semua lari. Tidak ada yang berani tinggal di situ,” kata seorang warga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun aksi penyerangan terhadap aparat ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan eskalasi konflik yang semakin berbahaya.

Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif. Polisi saat ini fokus mengumpulkan bukti-bukti untuk mengidentifikasi para pelaku, terutama yang diduga sebagai provokator.

“Kejadian ini berlangsung cukup lama, dari dini hari sampai pagi. Kami sementara kumpulkan bukti untuk proses hukum. Kami juga minta bantuan masyarakat jika ada yang memiliki video atau foto pelaku,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik ini sudah mulai berkembang dan berpotensi melibatkan lebih banyak pihak jika tidak segera dihentikan.

Sementara itu, warga berharap agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Mereka mengaku lelah dengan situasi yang kerap terjadi dan mengganggu ketenangan, terutama karena berlangsung hingga pagi hari.

“Dari malam sampai pagi tidak tidurka. Maumi ini ada solusi supaya tidak terjadi lagi,” ujar seorang warga.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan penjagaan dan patroli di sekitar KM 8 untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Diharapkan dengan keterlibatan semua pihak, situasi di wilayah tersebut dapat kembali aman dan kondusif seperti sediakala.

Penulis: AsL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *