Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Lestarikan Warisan Leluhur Agar Tak Punah, Sanggar Sandelwood Timor Gelar Workshop dan Pagelaran Tari Oli Bai

33
×

Lestarikan Warisan Leluhur Agar Tak Punah, Sanggar Sandelwood Timor Gelar Workshop dan Pagelaran Tari Oli Bai

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU | Breakingnewspost.id – Upaya melestarikan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga, merawat, dan mempertahankan nilai-nilai luhur, tradisi, serta warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Berangkat dari semangat tersebut, Sanggar Sandelwood Timor menggelar Workshop dan Pagelaran Tari Oli Bai, tarian tradisional khas Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung di Noemuti Kote mulai Minggu (26/7/2026) hingga Selasa (28/7/2026).

Pembukaan kegiatan dilaksanakan di halaman SDK Noemuti 2 dan dibuka secara resmi oleh Camat Noemuti, Marianus Lopis, S.Pi. Dalam sambutannya, Marianus menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan berarti menolak kemajuan zaman, melainkan menjaga identitas dan jati diri masyarakat.

«”Melestarikan budaya adalah upaya untuk menjaga, merawat, dan mempertahankan nilai-nilai luhur, tradisi, serta warisan leluhur agar tidak punah,” tegas Marianus.»

Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Menurut Marianus, Tari Oli Bai bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan cerminan identitas masyarakat Atoin Kaes Metan, yang sarat dengan nilai sejarah, kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta kekayaan budaya masyarakat Noemuti.

Karena itu, lanjutnya, pelestarian Tari Oli Bai merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, tokoh adat, komunitas budaya, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Apresiasi untuk Sanggar Sandelwood Timor

Pada kesempatan tersebut, Camat Marianus menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Sandelwood Timor yang telah menggagas workshop dan pagelaran sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya Atoin Kaes Metan.

Ia berharap kegiatan ini mampu membangun karakter generasi muda, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkokoh identitas budaya masyarakat Noemuti.

«”Saya berharap workshop ini menjadi wahana untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan mengenai sejarah, makna, serta praktik Tari Oli Bai sehingga budaya ini terus lestari dan semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luas. Sentuhan modern boleh dilakukan, tetapi jangan sampai menghilangkan keaslian Tari Oli Bai maupun musik pengiringnya,” ujarnya.»

Marianus juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Noemuti.

Menumbuhkan Kesadaran Generasi Muda

Sementara itu, Ketua Sanggar Sandelwood Timor, Teofilio Dasilva Amaral, mengatakan workshop dan pagelaran ini bertujuan membangkitkan kembali kesadaran generasi muda bahwa Tari Oli Bai merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

«”Melalui workshop dan pagelaran ini kami ingin menyadarkan generasi muda Noemuti bahwa budaya adalah identitas kita. Di mana pun kita berada, kita harus tetap menunjukkan jati diri sebagai masyarakat Noemuti, Timor Tengah Utara,” katanya.»

Menurut Teofilio, pelestarian budaya tidak hanya menjaga sebuah tarian, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai, sejarah, dan identitas yang diwariskan para leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Seremoni pembukaan dihadiri Camat Noemuti beserta istri, Kepala Desa Noemuti Rosa Fernandez, narasumber Blasius Metkono, Ketua RT 06 Yasinta Meko, Ketua RT 02 Maria Goreti Ite, tokoh masyarakat Michael Bengu, Kobus Tilis, Wempi Fernandez, dan Lambert Bifel.

Dari Sanggar Sandelwood Timor hadir Ketua Teofilio Dasilva Amaral didampingi Jose Antonio Lake, Dionisius Usfinit, Kaharudin, Firminus Bana, dan Priska Siki.

Penulis: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *