Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pemprov NTT Gelar Job Fair 2026, Sediakan 10.302 Lowongan dari 61 Perusahaan

9
×

Pemprov NTT Gelar Job Fair 2026, Sediakan 10.302 Lowongan dari 61 Perusahaan

Sebarkan artikel ini

KUPANG-BreakingNewspost.id  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT resmi menggelar Job Fair 2026 yang menghadirkan 10.302 lowongan pekerjaan dari 61 perusahaan. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang, Jumat (22/5/2026).

Job Fair yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Tingkat Provinsi NTT itu turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, BPJS Ketenagakerjaan, BP3MI, pelaku UMKM, hingga perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-NTT.

Sebanyak 10.302 lowongan kerja yang tersedia mencakup penempatan di dalam daerah, luar daerah, hingga luar negeri. Kegiatan ini dibuka untuk umum dan berlangsung selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan produktif.

“Pengusaha dan pekerja sejatinya saling membutuhkan untuk sama-sama menghasilkan keuntungan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi baik untuk pengusaha maupun pekerja. Melalui Job Fair ini, pemerintah hadir memastikan hubungan industrial berjalan baik dan produktif sehingga mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, terutama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi NTT yang berhasil menghadirkan puluhan perusahaan dengan ribuan peluang kerja.

Menurut Gubernur, Job Fair 2026 menjadi sarana konkret untuk menghubungkan masyarakat NTT dengan peluang kerja lokal, nasional, maupun internasional. Ia bahkan memastikan kegiatan serupa akan digelar rutin setiap tiga bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah di seluruh wilayah NTT.

“Ini tentu menjadi kesempatan baik bagi para pencari kerja di NTT, sehingga saya putuskan kegiatan Job Fair seperti ini akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan berpindah-pindah lokasi di seluruh wilayah NTT,” tegasnya.

Pelaksanaan berkala itu direncanakan menjangkau wilayah Flores, Sumba, Timor, Alor, hingga Rote Ndao guna mendekatkan akses informasi ketenagakerjaan kepada masyarakat.

Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja NTT agar mampu bersaing di pasar kerja nasional dan internasional. Menurutnya, tenaga kerja asal NTT dikenal memiliki karakter pekerja keras, jujur, disiplin, dan loyal sehingga diminati di berbagai sektor pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT Yosef Rasi menjelaskan, dari total 10.302 lowongan kerja yang tersedia, sebanyak 5.371 lowongan berasal dari 31 perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia, 4.344 lowongan dari 11 perusahaan penempatan pekerja antar daerah, serta 577 lowongan dari 19 perusahaan pengguna tenaga kerja di NTT.

Selain Job Fair, kegiatan juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian yang diikuti 22 kabupaten/kota se-NTT untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi program pembangunan ketenagakerjaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelaksanaan Job Fair turut melibatkan pelaku UMKM lokal guna mendukung terciptanya ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.

“Job Fair ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bersama antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan masyarakat untuk membuka masa depan kerja yang lebih baik bagi masyarakat NTT,” kata Yosef.

#AyoBangunNTT

Bergita Abi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *