Luwu,BreakingNewspost.Id-Pompengan pantai-kejadian yang bikin warga kaget dan takut terjadi di Desa Pompengan Pantai, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Jumat. 10 April 2026.
Seorang warga, Salmi alias Mama Fahri, jadi korban serangan buaya di pengairan yang ada tepat di belakang rumahnya sendiri. Kejadian ini terjadi saat korban mau pergi ke kebunnya, seperti aktivitas biasa yang hampir tiap hari dilakukan.
Menurut keterangan warga sekitar, korban menyeberang lewat jalur air kecil di belakang rumah. Tempat itu memang biasa dipakai warga kalau mau ke kebun. Tapi pagi itu, keadaan berubah jadi mencekam.
Tiba-tiba saja, seekor buaya muncul dari dalam air tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Buaya itu langsung menerkam korban dengan cepat. Tidak sempatmi korban lari atau menghindar, bagian kaki kanan sama pahanya langsung digigit.
Korban langsung berteriak minta tolong. Suaranya terdengar sampai ke rumah warga sekitar. Warga yang dengar teriakan itu langsung berlari ke lokasi dengan panik.
“Langsung mi kami lari ke belakang rumahnya, karena keras sekali teriakannya,” ungkap salah satu warga.
Saat tiba di lokasi, warga lihat korban sudah dalam kondisi terluka dan berusaha melepaskan diri dari serangan. Dengan alat seadanya, warga berusaha menolong dan akhirnya berhasil menarik korban keluar dari air.
Suasana waktu itu betul-betul tegang. Ada yang takut turun mendekat karena khawatir buayanya masih ada, tapi tetapmi berusaha kasi selamat korban.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung diangkat dan dibawa keluar dari lokasi. Tanpa menunggu lama, warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Rampoang untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka cukup serius di bagian kaki kanan dan paha. Gigitan buaya meninggalkan luka yang dalam, sehingga korban harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.
Warga setempat mengaku sebenarnya sudah sering melihat kemunculan buaya di sekitar pengairan tersebut. Apalagi kalau air lagi naik atau musim hujan, buaya sering muncul dekat permukiman.
“Memang seringji kelihatan itu buaya lewat di air belakang rumah, tapi tidak pernahji sampai menyerang orang begini,” kata warga lainnya.
Kejadian ini langsung menyebar cepat di masyarakat dan bikin warga makin waspada. Banyak yang sekarang takut turun ke kebun, apalagi harus lewat jalur air.
Beberapa warga bahkan memilih menunda aktivitasnya karena khawatir kejadian serupa bisa terjadi lagi. Orang tua juga mulai mengingatkan anak-anaknya supaya tidak bermain dekat air.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menangani masalah ini. Mereka minta ada upaya evakuasi buaya atau minimal pemasangan tanda peringatan di lokasi yang dianggap rawan.
“Kami takutmi kalau begini terus, apalagi ini di belakang rumahji. Harus ada tindakan cepat,” ujar warga dengan nada cemas.
Kejadian ini jadi peringatan keras bagi masyarakat di wilayah Lamasi Timur, khususnya yang tinggal di dekat sungai, rawa, atau pengairan, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas.
Warga diimbau untuk tidak sendiri kalau ke kebun, serta selalu memperhatikan kondisi sekitar sebelum menyeberang atau turun ke air, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Penulis: AsL















