Luwu Utara-BreakingNewspost.id — Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Takkalala, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (30/4/2026). Warga bersama aparat pemerintah dan Babinsa turun langsung membersihkan parit desa yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyumbatan.
Sejak pagi, masyarakat berkumpul di sepanjang saluran air dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan parang. Mereka bahu-membahu mengangkat lumpur serta sampah yang menghambat aliran air.

Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Desa Takkalala, Sertu Rikardo Marthin dari Koramil 1403-10/Malangke, jajaran Pemerintah Kecamatan Malangke, aparat desa, serta masyarakat setempat. Aksi bersama ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.
Sejumlah warga mengungkapkan, kondisi parit yang dangkal dan dipenuhi sampah sering menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kalau hujan deras, air sering naik ke jalan. Jadi memang perlu dibersihkan,” ujar salah seorang warga.
Sertu Rikardo Marthin mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus upaya memperkuat kedekatan antara aparat dan masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kegiatan sosial. Lingkungan yang bersih akan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke dalam saluran air yang dapat memicu penyumbatan.
Di sisi lain, pihak Kecamatan Malangke mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, gotong royong merupakan salah satu kekuatan sosial yang perlu terus dijaga di tengah perubahan zaman.
Kepala Desa Takkalala, Rosaldi, menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Gotong royong seperti ini bukan hanya soal kerja, tapi juga memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kerja yang berlangsung penuh keakraban. Warga tampak saling membantu, bahkan beberapa di antaranya turun langsung ke dalam parit untuk memastikan tidak ada lagi sumbatan yang tersisa.
Menjelang siang, kondisi parit mulai tampak lebih bersih dan aliran air kembali lancar. Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sebagai langkah preventif menjaga lingkungan.
Selain itu, sejumlah kalangan menilai, kegiatan gotong royong perlu diimbangi dengan pengelolaan sampah yang lebih terencana agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan lingkungan, kolaborasi antara warga dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Asrul















