Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pertanian

Petani Abbanuange Hadapi Cuaca Tak Menentu dan Fluktuasi Harga, Dukungan Dinilai Belum Optimal

5
×

Petani Abbanuange Hadapi Cuaca Tak Menentu dan Fluktuasi Harga, Dukungan Dinilai Belum Optimal

Sebarkan artikel ini

BreakingNewspost.id-soppeng — Sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di Desa Abbanuange, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di luar sektor agraris, mayoritas warga menggantungkan penghasilan tetap dari budidaya komoditas seperti jagung, cabai, dan bawang merah.

Aktivitas pertanian di desa ini tidak lagi bersifat musiman, melainkan telah menjadi fondasi utama keberlangsungan hidup keluarga. Sejak pagi hingga sore hari, petani mengelola lahan dengan pola tanam bergilir, menyesuaikan kondisi musim dan dinamika pasar. Namun, di balik rutinitas tersebut, berbagai tantangan masih membayangi.

Salah satu persoalan utama yang dihadapi petani adalah perubahan cuaca yang kian sulit diprediksi. Curah hujan yang tidak menentu berdampak langsung terhadap masa tanam dan produktivitas hasil panen. Selain itu, serangan hama serta keterbatasan akses terhadap sarana produksi pertanian turut meningkatkan risiko kerugian.

“Kadang sudah tanam bagus, tapi cuaca berubah atau hama datang, hasilnya turun. Biaya tetap keluar, tapi pendapatan tidak pasti,” ujar Arifin, salah satu petani setempat, Kamis (26/3/2026).

Di sisi lain, persoalan harga komoditas juga menjadi keluhan yang terus berulang. Petani menyebut harga hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah, kerap mengalami fluktuasi tajam. Ironisnya, saat produksi melimpah, harga justru anjlok sehingga tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya posisi tawar petani dalam rantai distribusi. Keterbatasan akses pasar serta ketergantungan terhadap tengkulak membuat petani sulit memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Dalam situasi tersebut, petani berharap adanya peran lebih konkret dari pemerintah, khususnya melalui dinas pertanian. Mereka menilai dukungan yang ada saat ini masih belum merata dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan.

Beberapa bentuk intervensi yang diharapkan antara lain:

Ketersediaan pupuk bersubsidi yang tepat waktu

Bantuan benih unggul

Akses pestisida dengan harga terjangkau

Pendampingan teknis berkelanjutan

“Kami butuh pendampingan, bukan hanya bantuan sesaat. Penyuluh harus lebih sering turun ke lapangan,” ujar petani lainnya.

Peran penyuluh pertanian dinilai strategis dalam meningkatkan produktivitas. Namun, sejumlah petani mengaku intensitas pendampingan masih terbatas. Padahal, di tengah perubahan iklim dan perkembangan teknologi pertanian, kehadiran penyuluh menjadi kunci dalam transfer pengetahuan dan inovasi.

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui dinas terkait sebenarnya telah memiliki berbagai program penguatan sektor pertanian, mulai dari bantuan sarana produksi hingga pelatihan. Meski demikian, efektivitas implementasi di tingkat desa masih menjadi catatan penting untuk dievaluasi.

Pengamat pertanian menilai bahwa peningkatan produksi saja tidak cukup tanpa diiringi perbaikan pada aspek hilirisasi dan tata niaga. Sistem pemasaran yang lebih adil serta akses pasar yang luas dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Upaya seperti stabilisasi harga, penguatan kelembagaan petani melalui kelompok tani dan koperasi, serta pembukaan akses distribusi dinilai sebagai solusi jangka panjang. Dengan demikian, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai ekonomi.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, petani di Desa Abbanuange tetap menunjukkan optimisme. Mereka berharap sektor pertanian tidak hanya bertahan sebagai sumber penghidupan, tetapi juga berkembang menjadi pilar kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pertanian, bagi warga Abbanuange, bukan sekadar pekerjaan, melainkan identitas dan harapan masa depan.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *