SOPPENG, BreakingNewsPost.id — Kebocoran pipa jaringan PDAM di depan Pustu Dusun Peppa’e, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, kembali disorot. Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, mempertanyakan penanganan pipa yang disebut telah bocor selama bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Mahmud menyampaikan sorotan Kamis (3/9/2026). Ia menilai kondisi itu perlu mendapat perhatian serius karena jaringan PDAM merupakan bagian dari layanan publik yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau benar kebocoran ini sudah bertahun-tahun dan belum ada perbaikan, tentu patut dipertanyakan bagaimana pengawasan dan penanganan jaringan di tingkat unit,” ujar Mahmud.
Menurut Mahmud, kebocoran pipa tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis. Manajemen PDAM, kata dia, perlu memastikan setiap laporan kerusakan dari masyarakat memiliki tindak lanjut dan kepastian penanganan.
meminta Direktur Utama PDAM Kabupaten Soppeng mengevaluasi pengelolaan jaringan di Unit Abbanuange. Evaluasi itu, menurut dia, perlu mencakup penerimaan laporan, pemeriksaan lapangan, penentuan prioritas perbaikan, hingga pengawasan terhadap jaringan yang mengalami kerusakan.
“Jangan sampai masyarakat terus melihat air terbuang melalui pipa yang bocor, sementara persoalannya berlangsung lama tanpa kepastian kapan diperbaiki,” katanya.
Mahmud mengatakan evaluasi terhadapn kepala Unit PDAM Abbanuange tidak berarti langsung menyimpulkan adanya kesalahan atau kelalaian individu. Namun, kondisi yang disebut berlangsung lama tersebut, menurut dia, perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kalau memang ada kendala teknis atau anggaran, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Yang penting ada tindakan dan kejelasan,” ujar Mahmud.
Mahmud meminta PDAM menjelaskan kondisi pipa yang mengalami kebocoran, termasuk penyebab kerusakan, status laporan masyarakat, serta rencana penanganannya.
penjelasan tersebut penting agar masyarakat mengetahui apakah kerusakan telah masuk dalam agenda perbaikan dan kapan penanganan dapat dilakukan.
meminta perbaikan segera dilakukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan jaringan memang mengalami kerusakan yang mengganggu pelayanan atau menyebabkan air terbuang.
“Pelayanan publik membutuhkan kepastian. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana laporan kerusakan ditangani,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Unit PDAM Abbanuange dan manajemen PDAM Kabupaten Soppeng belum memberikan keterangan terkait kebocoran pipa di depan Pustu Dusun Peppa’e.
(Red)















