Maumere-Breakingnewspost.Id —Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa terus digelorakan oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melalui semangat “Polda NTT Penuh Kasih”. Sebagai bentuk nyata dari filosofi pelayanan yang humanis, sebuah aksi sosial kemanusiaan digelar di wilayah Kabupaten Sikka pada Senin (20/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di bawah arahan Bapak Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I. K. M.Si, Polri hadir sebagai orang tua asuh yang memeluk mimpi anak-anak di pelosok negeri.
Mengapa Kasih Menjadi Dasar Pergerakan?
Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa, namun tantangan fasilitas dan ekonomi seringkali menjadi penghalang bagi anak-anak di NTT untuk berkembang. Menyadari hal tersebut, Bapak Kapolda NTT menginstruksikan jajarannya untuk bergerak dengan hati.
Program ini dilandasi oleh kepedulian mendalam untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal. “Polda NTT Penuh Kasih” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat, membangkitkan semangat siswa yang lesu, serta memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik yang berjuang dengan keterbatasan.
Bagaimana Kasih Itu Disalurkan ke Sekolah-Sekolah?
Mewakili Bapak Kapolda NTT, Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., turun langsung menyusuri sekolah-sekolah di wilayah Sikka untuk menyerahkan bantuan. Distribusi kasih ini menyasar kebutuhan yang paling mendasar:
Penyemaian Harapan di PAUD Aisyiyah Waturia:
Polda NTT menyalurkan perlengkapan vital berupa lemari, meja belajar, kursi plastik, hingga alat peraga edukasi (puzzle kayu) dan tas sekolah. Sentuhan ini bertujuan agar anak-anak usia dini dapat tumbuh dan belajar dalam suasana yang ceria dan penuh fasilitas.
Dukungan Martabat di SDK Waiara:
Sebanyak 40 pasang pakaian seragam sekolah baru dan paket ATK diserahkan. Bantuan ini memastikan para siswa dapat berdiri tegak dengan rasa percaya diri yang sama seperti anak-anak lainnya saat menuntut ilmu.
Merajut Kembali Mimpi yang Terputus:
Salah satu poin paling menyentuh adalah pemberian bantuan keuangan bagi siswa-siswi yang sudah putus sekolah maupun yang kurang mampu di SMP Katholik Binawirawan dan SMK Santo Gabriel Maumere. Polda NTT hadir menjemput mereka yang sempat “menyerah” pada keadaan agar kembali ke bangku sekolah demi masa depan yang lebih baik.
Gema Syukur dari Masyarakat
Kehadiran jajaran Polres Sikka disambut penuh haru oleh para Kepala Sekolah, tokoh masyarakat, serta orang tua murid. Kepala SDK Waiara, Ibu Alfonsa, S.Pd, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan mukjizat kecil bagi anak didik mereka.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir pada pukul 19.00 WITA ini berjalan dengan aman dan kondusif. Melalui aksi nyata ini, citra Polda NTT Penuh Kasih semakin melekat di hati masyarakat Kabupaten Sikka—bahwa Polri tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga merawat harapan dan cinta di setiap jengkal tanah Flobamora.
Yuven Fernandez















