Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Prajurit Yonkav 2/Turangga Ceta Diterjunkan Bantu TMMD di Sragen, Adaptasi dari Ranpur ke Kerja Sosial

6
×

Prajurit Yonkav 2/Turangga Ceta Diterjunkan Bantu TMMD di Sragen, Adaptasi dari Ranpur ke Kerja Sosial

Sebarkan artikel ini

Sragen-BreakingNewspost.id — Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta menerjunkan tujuh personel untuk membantu pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di wilayah Kodim Sragen. Keterlibatan prajurit kavaleri ini menjadi bagian dari dukungan lintas satuan dalam mempercepat pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di daerah.

Sebagai satuan tempur lapis baja TNI Angkatan Darat, prajurit kavaleri dikenal memiliki tugas utama dalam operasi pertempuran darat dengan mengandalkan kendaraan tempur seperti tank dan panser. Namun, dalam kegiatan TMMD, para prajurit dituntut beradaptasi dengan tugas-tugas non-tempur yang lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Para personel yang sehari-hari bertugas di markas satuan di Ambarawa itu untuk sementara meninggalkan rutinitasnya mengoperasikan kendaraan tempur, guna terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan fisik maupun sosial di wilayah Sragen.

Salah satu prajurit, Sersan Satu (Sertu) Sunardi, mengaku keikutsertaannya dalam TMMD menjadi pengalaman baru baginya. Ia menyebut, tugas tersebut dijalani sebagai bagian dari tanggung jawab dan kehormatan sebagai prajurit.

“Bagi kami, perintah adalah kehormatan. Saya siap menjalankan tugas dari komandan, meskipun harus meninggalkan istri dan tiga anak,” ujar Sunardi, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan dalam TMMD memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat serta bekerja secara gotong royong dalam menyelesaikan berbagai program pembangunan.

“Saya senang bisa bertemu orang-orang baru dan bekerja bersama masyarakat. Kami akan berusaha maksimal karena membawa nama satuan,” katanya.

Selain tantangan tugas, para prajurit juga harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berbeda. Sunardi mengungkapkan, suhu udara di Sragen yang relatif lebih panas dibandingkan Ambarawa menjadi tantangan tersendiri, meski tidak mengurangi semangat dalam menjalankan tugas.

“Kami terbiasa dengan udara dingin di Ambarawa. Saat tiba di Sragen, cuacanya cukup panas, tetapi itu bukan kendala. Kami siap bertugas dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Program TMMD sendiri merupakan salah satu bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Kegiatan ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur, tetapi juga kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran prajurit dari satuan kavaleri dalam program ini menunjukkan fleksibilitas peran TNI, yang tidak hanya berfokus pada fungsi pertahanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan dan penguatan hubungan dengan masyarakat.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai keberhasilan program TMMD tetap bergantung pada kesinambungan program serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Reporter: Agus Kemplu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *