Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Presiden Prabowo: Kabinet Merah Putih Fokus Percepat Program Prioritas, Tekankan Ketahanan Pangan hingga Reformasi Tata Kelola

15
×

Presiden Prabowo: Kabinet Merah Putih Fokus Percepat Program Prioritas, Tekankan Ketahanan Pangan hingga Reformasi Tata Kelola

Sebarkan artikel ini

Jakarta|BreakingNewspost.id — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), dengan agenda memberikan arahan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih mengenai percepatan pelaksanaan program prioritas nasional sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.

Dalam taklimatnya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah memikul amanat konstitusi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan mendasar bangsa. Ia merujuk pada Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada penguasaan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara, pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Presiden, setelah sekitar 20 bulan masa pemerintahan berjalan, sejumlah agenda strategis yang selama bertahun-tahun dinilai mengalami hambatan mulai menunjukkan perkembangan. Karena itu, ia meminta seluruh kementerian dan lembaga mempertahankan ritme kerja serta mempercepat implementasi berbagai program yang telah ditetapkan.

Dalam arahannya, Presiden menyatakan pemerintah terus berupaya memperkuat tata kelola negara, menutup kebocoran keuangan dan aset negara, memperbaiki birokrasi, memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pemerataan kesejahteraan.

Sejumlah capaian yang dipaparkan Presiden dalam sidang kabinet mencakup sektor pangan, energi, tata kelola pemerintahan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup.

Pada sektor ketahanan pangan dan energi, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah mencatat kemajuan menuju swasembada pada delapan komoditas pangan. Ia juga menyebut cadangan beras nasional dan Nilai Tukar Petani (NTP) berada pada tingkat yang menurut pemerintah merupakan yang tertinggi hingga saat ini. Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa program penggunaan bahan bakar nabati B50 disebut telah mendukung tercapainya swasembada solar, sementara proyek strategis seperti pengembangan Blok Gas Abadi Masela dan penyelesaian Kilang RDMP Balikpapan mulai menunjukkan perkembangan penting.

Di bidang tata kelola negara dan pengelolaan aset, Presiden memaparkan pembentukan Dana Kedaulatan Danantara sebagai instrumen pengelolaan aset nasional. Ia juga menyebut pendirian Bank Emas Indonesia yang, menurut pemerintah, telah mengelola 153 ton emas. Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengatakan pemerintah telah melakukan restrukturisasi terhadap badan usaha milik negara dengan menutup sekitar 250 BUMN yang dinilai tidak lagi efektif sehingga disebut mampu menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun. Selain itu, penerapan Sistem Ekspor Satu Pintu dikemukakan sebagai langkah untuk memperkuat pengawasan ekspor dan mengurangi potensi kebocoran devisa.

Pada aspek ekonomi kerakyatan, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan persoalan kredit macet UMKM melalui berbagai kebijakan yang ditempuh. Pemerintah juga menaikkan gaji hakim yang sebelumnya disebut tidak mengalami penyesuaian selama 12 tahun. Di sektor ekonomi desa, Presiden menyatakan lebih dari 1.000 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi sebagai bagian dari strategi memperpendek rantai distribusi barang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu, pembangunan sekitar 1.000 jembatan desa dan 100 Kampung Nelayan Merah Putih disebut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur dasar yang diarahkan untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung produktivitas masyarakat di wilayah pedesaan dan pesisir.

Dalam bidang pendidikan dan lingkungan hidup, Presiden menyampaikan bahwa empat Sekolah Unggul Garuda telah mulai beroperasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah juga mulai menjalankan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang diarahkan untuk mendukung tata kelola perdagangan karbon dan pelestarian lingkungan.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut juga menjadi momentum bagi Presiden untuk mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar menjaga disiplin pelaksanaan program dan memastikan setiap kebijakan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Presiden menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan semata-mata pada besarnya anggaran atau banyaknya program yang diluncurkan, melainkan pada sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari setiap kebijakan yang dijalankan.

Sejumlah capaian yang dipaparkan Presiden merupakan bagian dari evaluasi internal pemerintah. Implementasi, efektivitas, serta dampak berbagai program tersebut akan terus menjadi perhatian publik dan dapat dinilai melalui perkembangan indikator ekonomi, sosial, serta hasil evaluasi dari lembaga pengawas, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, Sidang Kabinet Paripurna tidak hanya menjadi forum penyampaian capaian pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan agenda pembangunan nasional tetap berjalan sesuai target, dengan penekanan pada akuntabilitas, efisiensi birokrasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *