KEFAMENANU | BreakingNewsPost.id — Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA, meminta 149 mahasiswa STIKes Nusantara Kupang yang akan menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Kabupaten TTU tidak sekadar datang untuk menjalankan program.
Ia meminta mahasiswa menggunakan masa PKL sebagai kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat, terutama dengan mendengarkan keluhan, memahami kebutuhan, dan mengenali persoalan kesehatan yang dihadapi warga.
Pesan tersebut disampaikan Falen saat menyambut 149 mahasiswa PKL STIKes Nusantara Kupang asal TTU di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Senin (10/8/2026).
“Jangan hanya datang untuk menjalankan program. Datanglah untuk mendengar. Dengarkan keluhan masyarakat. Pahami kebutuhan mereka. Kenali persoalan kesehatan yang mereka hadapi,” kata Falen.
Menurut dia, mahasiswa perlu membangun komunikasi yang baik dengan kader kesehatan, tokoh masyarakat, keluarga, maupun tenaga kesehatan di wilayah tempat mereka menjalankan PKL.
Hal tersebut dinilai penting karena kompetensi tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga oleh kepekaan sosial, empati, integritas, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.
“Tenaga kesehatan yang hebat bukan hanya yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, empati, integritas, dan kemampuan untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa Diminta Menjadi Mitra Belajar
Falen juga berpesan kepada para kepala puskesmas agar mahasiswa PKL tidak sekadar diposisikan sebagai peserta praktik.
Mahasiswa, kata dia, perlu diperlakukan sebagai mitra belajar sekaligus calon tenaga kesehatan masa depan.
Karena itu, mahasiswa diharapkan diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, mengamati, serta terlibat secara bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang tidak seluruhnya dapat diperoleh di ruang kelas.
Mereka akan melihat secara langsung bagaimana pelayanan kesehatan dilaksanakan, bagaimana tenaga kesehatan bekerja dengan berbagai keterbatasan dan tantangan, serta bagaimana masyarakat menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Di ruang kelas Anda belajar tentang teori. Di laboratorium Anda belajar tentang keterampilan. Tetapi di tengah masyarakat Anda belajar tentang kemanusiaan. Inilah makna penting dari sebuah PKL,” kata Falen.
PKL Diharapkan Beri Dampak bagi Masyarakat
Menurut Falen, kehadiran mahasiswa kesehatan di tengah masyarakat TTU diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa.
Kegiatan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan dua bulan masa PKL dengan sebaik-baiknya.
Falen mengingatkan mahasiswa untuk belajar sebanyak mungkin, membangun hubungan baik dengan masyarakat, serta menghormati budaya dan adat istiadat setempat.
Jaga nama baik almamater dan yang paling penting jaga integritas diri,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat akan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mereka sebagai calon tenaga kesehatan.
Masyarakat mungkin tidak selalu mengingat apa yang saudara katakan, tetapi mereka akan mengingat bagaimana saudara memperlakukan mereka,” ujarnya.
Falen meminta mahasiswa menjadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk belajar.
Jadikan setiap kunjungan ke rumah masyarakat sebagai kesempatan untuk belajar tentang kehidupan. Jadikan setiap pelayanan sebagai kesempatan untuk mengasah keterampilan. Dan jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang lebih matang,” katanya.
149 Mahasiswa Ditempatkan di 24 Puskesmas
Sebanyak 149 mahasiswa STIKes Nusantara Kupang tersebut dijadwalkan melaksanakan PKL selama dua bulan.
Mereka akan ditempatkan di 24 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kehadiran para mahasiswa diharapkan menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat interaksi antara institusi pendidikan kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat di Kabupaten TTU.
Yuven Fernandez















