KUPANG | BreakingNewspost.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengajak Ikatan Keluarga Baranusa (IKBAR) untuk mengambil tindakan nyata melalui program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Baranusa. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Kongres Nasional II IKBAR Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Sabtu (25/7/2026).
Kongres yang mengusung tema “Bersatu Dalam Persaudaraan, Berkarya Untuk Kemajuan, Mengabdi Bagi Lewo Tana, Berkontribusi Bagi Bangsa” tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP IKBAR Syahrir Ika, Ketua DPW IKBAR NTT Abusalim Senin, para tokoh dan petuah Baranusa di Kupang, para ketua IKBAR se-Indonesia dan sesepuh, para majelis taqlim Umi Jami IKBAR Kupang, Kepala Dinas Perizinan dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTT Noldy Pelokila.
Ikatan Keluarga Baranusa (IKBAR) berakar pada identitas sejarah dan budaya masyarakat Baranusa yang berasal dari kawasan bersejarah di Pulau Pantar, Kabupaten Alor – yang sejak dahulu dikenal sebagai wilayah Kerajaan Baranusa. Warisan sejarah tersebut masih hidup melalui sistem pemerintahan adat, kearifan lokal dalam mengelola sumber daya laut dan lahan pertanian, serta tradisi budaya yang terus dipelihara hingga kini. Nilai-nilai persaudaraan, musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap adat menjadi dasar lahirnya IKBAR sebagai wadah pemersatu masyarakat Baranusa yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar IKBAR yang terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, melestarikan nilai-nilai budaya, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Beliau mengatakan masyarakat Baranusa memiliki sejarah panjang tentang ketangguhan, semangat gotong royong, dan kebersamaan yang menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan NTT. “Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meyakini bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Ikatan Keluarga Baranusa, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ekonomi masyarakat, melestarikan budaya, serta menjaga persatuan dan harmoni di tengah keberagaman. Semangat gotong royong adalah kekuatan utama kita dalam membangun NTT,” ungkapnya.
Ia mengharapkan Kongres Nasional II IKBAR dapat melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi pemberdayaan generasi muda, penguatan pendidikan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Saya berharap IKBAR menjadi motor penggerak perubahan pola pikir masyarakat Baranusa. Potensi perikanan, perkebunan, dan berbagai sumber daya yang kita miliki akan bernilai besar apabila didukung oleh masyarakat yang berani berpikir maju, kreatif, inovatif, serta mau bekerja keras. Perubahan harus dimulai dari cara kita memandang peluang, karena kemajuan daerah selalu berawal dari perubahan pola pikir masyarakatnya,” kata Wagub.
Sementara itu, Ketua DPP IKBAR Syahrir Ika mengungkapkan kehadiran IKBAR bukan untuk mengambil peran pemerintah, melainkan menjadi mitra strategis yang mendukung pembangunan daerah melalui partisipasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrir mengajak seluruh anggota IKBAR untuk membangun semangat kewirausahaan dan berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia juga menilai bahwa potensi ekonomi Baranusa perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, warga Baranusa yang tersebar di berbagai daerah bahkan di luar negeri dapat menjadi jembatan dalam memperluas jejaring kerja sama, investasi, promosi produk unggulan daerah, hingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil produksi masyarakat Baranusa.
Pada Kongres tersebut juga dilaksanakan peluncuran buku berjudul “IKBAR Diaspora Baranusa: Merantau Tanpa Kehilangan Akar.” Buku tersebut mengandung pesan mendalam bagi masyarakat Baranusa di perantauan tentang identitas budaya, nilai-nilai luhur, dan kecintaan terhadap kampung halaman.
(Bergita Abi)
















