Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PristiwaBerita

Viral di Media Sosial, Anak di Palopo Jadi Korban Tembakan Mainan Peluru Jelly, Dijadwalkan Operasi Mata

9
×

Viral di Media Sosial, Anak di Palopo Jadi Korban Tembakan Mainan Peluru Jelly, Dijadwalkan Operasi Mata

Sebarkan artikel ini

Palopo-ApkanNews.com — Sebuah kejadian yang memprihatinkan terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kota Palopo. Seorang anak dilaporkan menjadi korban tembakan mainan peluru jelly yang mengenai bagian mata hingga harus mendapatkan penanganan medis serius.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah di media sosial Facebook oleh akun Aira Thyya pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Dalam unggahannya, ia menyampaikan bahwa korban merupakan keponakannya yang harus menjalani operasi mata akibat insiden tersebut.

Dalam postingannya, Aira Thyya menuliskan bahwa kejadian itu bermula ketika korban hanya sedang melintas di lokasi kejadian. Namun secara tiba-tiba korban terkena tembakan dari permainan tembak-tembakan yang dimainkan oleh sejumlah anak.

“Viral di Palopo. Kemenakan ku besok harus operasi mata. Untuk orang tua, janganmi belikan anak ta tembak-tembak begitu. Kasian kemenakan ku, orang lewat ji pergi tapi kena tembak,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Akibat tembakan peluru jelly tersebut, korban mengalami luka pada bagian mata dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban dijadwalkan menjalani operasi mata untuk menangani luka yang dialaminya.

Unggahan tersebut pun menuai perhatian dari warganet yang merasa prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Banyak yang turut mendoakan agar operasi yang akan dijalani korban berjalan lancar dan kondisi matanya dapat segera pulih.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih berhati-hati dalam memberikan mainan kepada anak-anak. Meski sering dianggap sebagai permainan biasa, mainan tembak-tembakan dengan peluru jelly dapat menimbulkan risiko bahaya apabila digunakan tanpa pengawasan, terutama jika mengenai bagian tubuh yang sensitif seperti mata.

Keluarga korban berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak saat bermain, sehingga insiden serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Liputan: Asrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *