KUPANG-BreakingNewspost.id – Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Lisedetu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bonefasius Rai (44), tiba di Kupang pada Rabu (10/6/2026) setelah dipulangkan dari Malaysia Barat. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Wolowaru menggunakan KM Wilis pada Kamis (11/6/2026).
Bonefasius Rai meninggal dunia pada 31 Mei 2026 pukul 07.30 waktu setempat di Hospital Tapah, Perak, Malaysia. Berdasarkan keterangan medis, almarhum meninggal akibat multiorgan sepsis yang dipicu komplikasi abses paru kiri (left lung abscess) dan biliary sepsis.
Proses pemulangan jenazah berlangsung melalui koordinasi berbagai pihak, mulai dari otoritas Indonesia di Malaysia hingga organisasi kemanusiaan yang selama ini mendampingi pekerja migran.
Jenazah difasilitasi oleh Krisel Funeral Services di Seri Kembangan, Selangor. Proses penjemputan dan pendampingan juga melibatkan Suster Laurentina, SDP, yang merupakan anggota Pengurus Mingran Indonesia bersama BP3 NTT.
Dalam proses repatriasi, jenazah diberangkatkan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 9 Juni 2026 menggunakan pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta. Setelah transit, jenazah diterbangkan ke Kupang dan tiba pada 10 Juni 2026 pukul 09.50 WITA.
Berdasarkan dokumen Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Nomor 00934/SBPM-KL/0626/04 tertanggal 4 Juni 2026, jenazah diserahkan kepada ahli waris, Marselinus Rai.
Setibanya di Kupang, jenazah disemayamkan sementara di Yayasan Sosial Penyelenggara Ilahi Nasipanaf sebelum diberangkatkan ke Flores untuk dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Hombo, Desa Lisedetu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende.
Bonefasius Rai lahir di Hombo pada 1 Juli 1982. Sebelum bekerja di Malaysia, ia dikenal sebagai petani. Selama merantau, almarhum disebut tidak pernah memiliki kesempatan untuk kembali ke kampung halaman hingga akhir hayatnya.
Kepergian Bonefasius meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, kerabat, dan masyarakat di Wolowaru. Sejumlah anggota keluarga, termasuk kerabat dekat dan keluarga almarhum istrinya, turut menanti kepulangan jenazah untuk dimakamkan secara layak di tanah kelahirannya.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KBRI Kuala Lumpur, Krisel Funeral Services, Suster Laurentina, SDP, BP3 NTT, Pengurus Mingran Indonesia, Yayasan Sosial Penyelenggara Ilahi Nasipanaf, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah dari Malaysia hingga tiba di Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan dan pendampingan bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, termasuk ketika menghadapi situasi darurat maupun musibah yang menimpa mereka dan keluarganya. :::
Reporter: Yuven Fernandez
Editor: Breakingnewspost.id















