Maluku Utara-BreakingNewspost.id — Gelaran open house yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Kelurahan Timagoba, Kecamatan Tidore Tengah, Kota Tidore Kepulauan, berlangsung meriah dan dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, ketika mereka mulai berdatangan untuk menghadiri kegiatan yang menjadi momen silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, unsur pemerintah, pimpinan partai politik, hingga jajaran birokrasi. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya dukungan dan perhatian terhadap agenda kebersamaan yang menjadi bagian dari tradisi sosial dan budaya di daerah.

Lonjakan jumlah pengunjung yang datang di luar perkiraan membuat lokasi yang telah disiapkan tidak mampu menampung seluruh tamu undangan. Tenda yang tersedia tampak penuh sesak, bahkan sebagian warga harus berada di luar area utama dan rela berdiri demi tetap bisa mengikuti jalannya kegiatan.
Meski dalam kondisi terbatas, semangat masyarakat tidak surut. Bagi sebagian besar warga, kehadiran dalam open house ini bukan sekadar menghadiri acara seremonial, melainkan kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan pimpinan daerah.
“Yang penting bisa bersalaman langsung dengan pimpinan, itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar salah seorang warga yang hadir di lokasi.
Namun, dalam kegiatan tersebut, Gubernur Maluku Utara tidak dapat menghadiri acara karena tengah menjalankan tugas dinas di luar daerah. Kehadiran pemerintah provinsi diwakili oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sabrin Sehe, yang tetap disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat.
Wakil Gubernur tampak menyapa warga satu per satu, melayani jabat tangan, serta berbincang singkat dengan masyarakat yang telah menunggu. Interaksi tersebut menciptakan suasana yang hangat dan penuh kedekatan antara pemimpin dan rakyat.
Di tengah keramaian, suara masyarakat pun mencuat, menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Bagi mereka, open house bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga jembatan untuk mempererat hubungan yang selama ini terasa berjarak.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini diadakan setiap tahun. Kami jarang punya kesempatan bertemu langsung dengan pimpinan daerah. Lewat acara seperti ini, kami bisa bersalaman dan menyampaikan rasa hormat,” ungkap seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi bentor.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas sosial di mana akses langsung masyarakat terhadap pejabat publik masih terbatas di luar momen-momen tertentu.
Selain masyarakat umum, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan partai politik pengusung, tim pemenangan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Kehadiran berbagai elemen tersebut semakin menegaskan bahwa open house tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi sosial dan politik.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan pentingnya ruang interaksi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Dalam suasana informal seperti ini, sekat-sekat birokrasi menjadi lebih cair, sehingga komunikasi dapat terjalin secara lebih humanis.
Kegiatan open house diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang memperkuat nilai kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, aspirasi warga dapat tersampaikan secara langsung, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemerintahan.
Pewarta: Yordanian Sero















