BreakingNewspost.id-SRAGEN — Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 20/Plupuh Kodim 0725/Sragen, Suramto, turut aktif dalam kegiatan posyandu di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). Keterlibatan ini difokuskan pada pemantauan tumbuh kembang balita serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan dasar.
Dalam kegiatan posyandu bulanan tersebut, Suramto tidak hanya membantu mengatur jalannya pelayanan, tetapi juga terlibat langsung dalam memastikan setiap balita mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga pemantauan perkembangan motorik dan kognitif anak.
“Posyandu merupakan sarana penting untuk memastikan balita tumbuh sehat dan optimal. Kami hadir untuk mendukung tenaga kesehatan sekaligus mengajak orang tua agar rutin membawa anaknya ke posyandu,” ujar Suramto.
Perkuat Kesadaran Kesehatan Dasar
Selain mendampingi kegiatan pemeriksaan, Suramto juga memberikan penyuluhan kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, serta kewaspadaan terhadap tanda-tanda gangguan tumbuh kembang pada anak.
Ia menekankan bahwa peran keluarga sangat menentukan dalam memastikan anak tumbuh sehat, terutama pada masa usia dini yang menjadi fase krusial dalam perkembangan.
Di sisi lain, Babinsa juga membantu memberikan informasi kepada warga terkait akses layanan sosial, seperti pendaftaran Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), bagi masyarakat yang belum terdaftar.
Antisipasi Dini Risiko Stunting
Dalam kegiatan tersebut, Suramto juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kader kesehatan untuk mengidentifikasi balita yang berisiko mengalami stunting atau kekurangan gizi.
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya deteksi dini, sehingga balita yang membutuhkan perhatian khusus dapat segera mendapatkan penanganan dan pendampingan yang tepat.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kesehatan masyarakat menjadi bagian dari program pembinaan teritorial TNI yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dorong Sinergi Lintas Sektor
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan posyandu juga mencerminkan sinergi antara aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung target pembangunan kesehatan daerah.
Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan masalah gizi di tingkat desa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat dan berkualitas,” kata Suramto.
Meski demikian, keberhasilan program posyandu tetap bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, terutama kesadaran orang tua untuk rutin memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Reporter: Agus Kemplu















