Lamasi Pantai-BreakingNewspost.com –Keheningan malam di kawasan tambak Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, mendadak berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik. Seorang pemuda bernama Bondeng menjadi korban serangan buaya saat melintas di pematang tambak, Kamis dini hari (26/3/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Saat kejadian, korban tidak sendirian. Ia bersama dua rekannya, Rasul dan Rangga, tengah berjalan menyusuri pematang tambak yang sempit di tengah kondisi gelap dan minim pencahayaan.
Tanpa tanda-tanda sebelumnya, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban. Serangan berlangsung begitu cepat, membuat Bondeng tak sempat menghindar.
Gigitan buaya menghantam bagian paha korban, menimbulkan luka robek yang cukup besar dan pendarahan hebat. Dalam kondisi kritis, korban nyaris diseret ke dalam air oleh reptil buas tersebut.
Situasi menjadi sangat genting. Selain gelap, posisi di atas pematang sempit dengan air di kedua sisi membuat ruang gerak sangat terbatas.
Melihat kejadian itu, Rasul dan Rangga tanpa ragu langsung bertindak. Dalam kondisi panik, keduanya berusaha menarik tubuh korban dari gigitan buaya, meski harus menghadapi risiko serangan lanjutan.
Detik-detik dramatis pun terjadi. Tarikan antara buaya dan upaya penyelamatan berlangsung menegangkan, diiringi teriakan minta tolong yang memecah kesunyian malam.
Dengan keberanian dan tenaga yang tersisa, akhirnya korban berhasil dilepaskan dari cengkeraman buaya. Namun kondisi Bondeng saat itu sudah sangat lemah akibat luka serius dan kehilangan banyak darah.
Korban kemudian segera dievakuasi ke rumah terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama guna menghentikan pendarahan.
Tak berselang lama, Bondeng langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rampoang, Kota Palopo, untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sesampainya di rumah sakit, tim medis segera melakukan tindakan cepat dengan fokus menghentikan pendarahan dan menangani luka robek di bagian paha. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan bahaya yang mengintai di kawasan tambak dan perairan, terutama pada malam hari. Minimnya pencahayaan, kondisi lingkungan yang sepi, serta terbatasnya jarak pandang meningkatkan risiko serangan satwa liar.
Selain itu, struktur pematang tambak yang sempit juga menyulitkan proses evakuasi dalam situasi darurat.
Di balik peristiwa mencekam ini, aksi heroik Rasul dan Rangga patut diapresiasi. Keberanian keduanya mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan rekannya menjadi bukti nyata solidaritas dan nilai kemanusiaan di tengah ancaman nyata.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan, khususnya saat beraktivitas di wilayah yang berdekatan dengan habitat satwa liar berbahaya.
Liputan:asrul















