Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Embun Pagi di Tapal Batas: Semangat yang Tak Pernah Surut dari Pelataran Kantor Kemenag TTU Dari Apel Sederhana, Tumbuh Dedikasi ASN di Beranda Negeri

17
×

Embun Pagi di Tapal Batas: Semangat yang Tak Pernah Surut dari Pelataran Kantor Kemenag TTU Dari Apel Sederhana, Tumbuh Dedikasi ASN di Beranda Negeri

Sebarkan artikel ini

TIMOR TENGAH UTARABreakingNewspost.id — Embun pagi masih menggantung di ujung rerumputan saat halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Utara mulai dipenuhi langkah para aparatur sipil negara. Cahaya mentari belum sepenuhnya menghangatkan bumi, namun semangat pengabdian telah lebih dulu menyala.

Di balik pagar hijau yang baru dicat, para ASN berdiri tegak dalam balutan seragam putih hitam. Lambang Garuda di lengan kanan dan semboyan “Ikhlas Beramal” di dada kiri seakan menjadi penanda: bahwa tugas mereka bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian.

Apel pagi awal pekan itu dipimpin oleh Maximus Fanu, Kepala Seksi Pendidikan Katolik. Dalam suasana yang hening namun penuh makna, apel bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi ruang refleksi—tempat merawat kebersamaan dan meneguhkan komitmen pelayanan.

Dengan suara tenang dan penuh ketegasan, Maximus membuka arahannya dengan ungkapan terima kasih. Apresiasi diberikan kepada seluruh ASN atas dedikasi dan kerja sama dalam menyukseskan kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Karyanto, yang berlangsung pada 8 hingga 10 April 2026.

“Keberhasilan kegiatan kemarin adalah buah dari kebersamaan kita,” ujarnya, menegaskan bahwa capaian bukan hasil individu, melainkan kerja kolektif.

Menjaga Api Pengabdian di Tengah Perubahan Sistem Kerja

Namun pagi itu tidak berhenti pada rasa syukur. Ia juga menjadi pengingat bahwa semangat kerja tidak boleh surut, meski pola kerja kini dijalankan melalui sistem Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH).

Dalam situasi apa pun, loyalitas dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi utama. Nama baik institusi, menurutnya, adalah amanah bersama yang harus dijaga melalui integritas dan kerja nyata.

Apel pagi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag TTU, Marianus Keo, Kepala Subbagian Tata Usaha Yosep Kainio, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Timatius Kolo, Kepala Seksi Bimas Yayan Mulyana, serta Kepala KUA M. Nur Kasim.

Dari Pelataran ke Pelayanan

Apel pagi pun usai. Namun, semangat yang lahir dari kebersamaan itu tidak berhenti di pelataran. Ia menjelma dalam langkah-langkah menuju ruang kerja, dalam kesungguhan menjalankan tugas, dan dalam doa-doa sunyi yang mengiringi setiap pelayanan.

Di wilayah tapal batas, di antara bentangan negeri Indonesia dan Timor Leste, semangat itu menemukan maknanya sendiri: melayani dengan tulus di beranda negeri.

Di tempat di mana angin berembus pelan dan batas negara menjadi nyata, pengabdian tidak pernah surut. Ia hidup—dalam kesederhanaan, dalam kebersamaan, dan dalam tekad yang terus menyala.

Moto “Ikhlas Beramal” bukan sekadar semboyan, tetapi napas yang menghidupi setiap langkah ASN Kemenag TTU.

Penulis: V. Sintu Lopes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *