Kefamenanu, NTT-BreakingNewspost.id — Pembangunan Gereja Stasi St. Petrus Oemeu di wilayah Kefamenanu kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti selama empat bulan akibat keterbatasan anggaran. Saat ini, proyek rumah ibadah tersebut telah memasuki tahap ketiga, dengan fokus pekerjaan pada pembangunan bagian basement.
Informasi ini disampaikan oleh Yohanes Rusae kepada Breakingnewspost.id, Sabtu (25/4/2026). Ia menjelaskan bahwa kelanjutan pembangunan dimulai kembali pada 13 April 2026 setelah adanya dukungan dana yang memungkinkan pekerjaan dilanjutkan.
“Pembangunan sempat terhenti kurang lebih empat bulan karena kekurangan dana. Puji Tuhan, sejak 13 April sudah bisa dilanjutkan ke tahap tiga,” ujar Yohanes.
Pada tahap ini, pengerjaan difokuskan pada basement sisi kiri bangunan gereja. Proses berjalan sesuai rencana, meskipun masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan material.
Kepala tukang, Yohanes Silab, menjelaskan bahwa tahapan berikutnya adalah pembesian dan pengecoran. Jika kondisi cuaca mendukung, pekerjaan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu.
“Kalau cuaca bersahabat, kita lanjut pembesian dan pengecoran. Targetnya paling lama tiga minggu salah satu bagian basement bisa selesai,” jelasnya.
Namun, di lapangan, tantangan tidak hanya datang dari aspek pendanaan. Cuaca ekstrem juga menjadi faktor penghambat utama. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir membuat aktivitas pembangunan terpaksa dihentikan sementara.
“Per hari ini tidak ada aktivitas karena hujan deras sejak malam sampai siang,” tambah Yohanes Rusae.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa proyek pembangunan berbasis swadaya masyarakat masih menghadapi kerentanan tinggi, baik dari sisi finansial maupun faktor alam. Ketergantungan pada donasi umat dan dukungan pihak luar menjadi penentu utama keberlanjutan proyek.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Stasi St. Petrus Oemeu pun mengajak seluruh umat dan para donatur untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk doa maupun bantuan material dan dana.
“Kami berharap dukungan dari umat dan para donatur dengan tulus hati, agar pembangunan ini bisa berjalan lancar sampai selesai,” ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan rumah ibadah ini tidak hanya dimaknai sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong umat dalam membangun sarana peribadatan yang layak.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, panitia optimistis proyek ini dapat terus berjalan secara bertahap hingga rampung. Dengan catatan, dukungan masyarakat tetap terjaga dan kondisi cuaca tidak menjadi penghambat berkepanjangan.
“Semoga ke depan semua rencana berjalan baik dan lancar,” tutup Yohanes Rusae.
Bergitha abi















