Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Refleksi Minggu Panggilan: Keluarga Jadi Fondasi Tumbuhnya Panggilan Hidup Membiara

26
×

Refleksi Minggu Panggilan: Keluarga Jadi Fondasi Tumbuhnya Panggilan Hidup Membiara

Sebarkan artikel ini

Kefamenanu-BreakingNewspost.id — Momentum Minggu Paskah IV yang juga dikenal sebagai Minggu Panggilan menjadi saat yang tepat bagi umat Katolik untuk merenungkan kembali peran keluarga dalam menumbuhkan benih panggilan hidup rohani, khususnya panggilan hidup membiara.

Hal ini disampaikan oleh Bergita Abi dalam refleksi rohaninya, Minggu (6/4/2026). Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan pintu pertama dan utama dalam perjalanan iman seorang anak.

“Keluarga adalah tempat dasar iman dibangun. Dari sanalah panggilan hidup membiara mulai tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Keluarga, Sekolah Iman Pertama

Dalam refleksi tersebut, ditegaskan bahwa keluarga menjadi lingkungan awal di mana anak mengenal nilai-nilai iman. Tradisi sederhana seperti doa bersama, makan bersama, hingga kebersamaan dalam keseharian menjadi fondasi pembentukan karakter kristiani.

Keluarga yang sungguh menghidupi iman dinilai mampu menciptakan ruang batin bagi anak untuk mendengarkan suara Tuhan dan merasakan panggilan hidupnya.

Menanam Nilai Kasih dan Pengorbanan

Hidup membiara identik dengan kesederhanaan, pengabdian total, dan pengorbanan. Nilai-nilai ini pertama kali dipelajari dalam keluarga.

Melalui teladan orang tua, anak diajarkan tentang kesetiaan, kerendahan hati, serta penyerahan diri—yang menjadi dasar kuat bagi mereka yang terpanggil menjalani hidup religius.

Dukungan Doa dan Pendampingan

Panggilan hidup membiara bukanlah jalan yang mudah. Oleh karena itu, dukungan keluarga—terutama melalui doa—menjadi kekuatan utama bagi anak dalam menapaki panggilan tersebut.

Keluarga juga berperan sebagai tempat berdiskusi, mempertimbangkan, dan membantu anak menyaring panggilan dengan bijaksana tanpa tekanan.

“Orang tua yang bijaksana memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh dalam iman dan mendengarkan suara Tuhan dengan hati yang tenang,” jelasnya.

Menerima dengan Sukacita

Menerima panggilan anak untuk hidup membiara sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Namun, keluarga yang kuat dalam iman akan memandangnya sebagai bagian dari rencana Tuhan.

Sikap menerima dengan sukacita dan penuh kasih menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi calon biarawan maupun biarawati.

Pendampingan dalam Proses Pembentukan

Setelah memasuki masa pembinaan di seminari atau novisiat, dukungan keluarga tetap dibutuhkan. Doa dan hubungan emosional yang terjaga menjadi kekuatan bagi mereka untuk tetap setia pada panggilannya.

Keluarga sebagai “Gembala Pertama”

Dalam terang iman Kristiani, keluarga dipanggil untuk menjadi “gembala pertama” bagi anak-anaknya—membimbing dengan kasih, kesabaran, dan keteladanan.

Dengan demikian, keluarga tidak hanya menjadi tempat bertumbuh secara biologis, tetapi juga menjadi ladang subur bagi lahirnya panggilan hidup membiara di tengah tantangan zaman modern.

Refleksi ini menjadi pengingat bahwa masa depan panggilan Gereja sangat bergantung pada kekuatan iman yang ditanamkan dalam keluarga.

Reporter: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *