Polewali Mandar-BreakingNewspost.id — Ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali mencuat setelah warga di pedalaman Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih harus memikul jenazah melintasi hutan dan sungai akibat akses jalan yang tidak memadai.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lakkese dan wilayah sekitarnya. Kondisi jalan yang rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan membuat warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan tenaga manual untuk membawa jenazah menuju lokasi pemakaman. Jarak yang ditempuh diperkirakan mencapai sekitar 8 kilometer dengan medan yang cukup berat.
Bagi masyarakat setempat, situasi ini bukan hal baru. Keterbatasan akses transportasi telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti membawa orang sakit atau jenazah. Warga menyebut, dalam situasi tertentu, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan dapat berdampak serius terhadap keselamatan.
Peristiwa penanduan jenazah tersebut menjadi gambaran nyata ketimpangan pembangunan di tengah berbagai program infrastruktur yang terus digencarkan di sejumlah wilayah. Warga menilai, jalan bukan sekadar sarana penunjang ekonomi, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan nilai kemanusiaan.
“Jangan tunggu ada korban lagi baru diperhatikan. Kami juga warga negara yang berhak mendapatkan akses jalan yang layak,” ujar Daeng maloga kepala Dusun lakkese
Di sisi lain, hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penanganan akses jalan di wilayah tersebut. Kondisi ini memunculkan harapan sekaligus desakan agar pemerintah kabupaten maupun provinsi segera mengambil langkah konkret.
persoalan infrastruktur di daerah terpencil umumnya dipengaruhi oleh faktor geografis yang menantang, keterbatasan anggaran, serta prioritas pembangunan yang belum merata. Meski demikian, akses jalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dinilai seharusnya menjadi prioritas utama, setidaknya melalui penanganan darurat atau perbaikan bertahap.
Masyarakat berharap pemerintah dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan serta segera merealisasikan perbaikan akses menuju Dusun Lakkese dan wilayah pedalaman lainnya di Kecamatan Bulo.
Bagi warga, keberadaan jalan yang layak bukan semata persoalan pembangunan fisik, tetapi juga cerminan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.@Red















