Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Gubernur Melki Laka Lena Luncurkan Program Siber Sehat NTT, Dorong Ekosistem Digital Aman dan Produktif

8
×

Gubernur Melki Laka Lena Luncurkan Program Siber Sehat NTT, Dorong Ekosistem Digital Aman dan Produktif

Sebarkan artikel ini

Kupang-Breakingnewspost.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meluncurkan program Siber Sehat NTT dalam kegiatan Launching dan Kampanye Siber Sehat NTT yang digelar di kawasan Car Free Day Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (9/5/2026).

Program tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikembangkan melalui kolaborasi bersama Universitas Nusa Cendana. Program ini dihadirkan sebagai upaya membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Melki Laka Lena menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa dampak positif yang besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari kemudahan akses pendidikan dan informasi, perluasan pasar UMKM, percepatan pelayanan publik, hingga peningkatan produktivitas ekonomi.

Namun di balik perkembangan tersebut, menurutnya, ruang digital juga menghadirkan tantangan serius yang perlu diantisipasi bersama.

“Banyak orang hari ini terganggu waktu istirahatnya karena terlalu lama berada di ruang digital. Screen time kita semakin tinggi. Semua yang kita butuhkan memang ada di telepon genggam, tetapi kalau tidak mampu mengatur penggunaannya dengan baik, kita bisa kehilangan kendali,” ujar Melki.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang mulai mengkhawatirkan di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, maraknya konten berbahaya di kalangan pelajar, kecanduan gadget dan media sosial, hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental pada remaja dan generasi muda.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Siber Sehat NTT sebagai gerakan edukasi dan literasi digital yang menyasar pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum.

Menurut Melki, program tersebut bukan sekadar program berbasis teknologi, melainkan gerakan sosial dan pendidikan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan digital masyarakat sekaligus melindungi masyarakat dari pengaruh negatif ruang siber.

“Kita ingin masyarakat menggunakan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menekankan bahwa pembangunan ekosistem digital yang sehat harus dimulai dari tiga ruang utama kehidupan masyarakat, yakni keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Gubernur NTT itu mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi penggunaan gadget anak-anak di rumah. Ia juga meminta sekolah memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan digital, sementara tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, dan kreator konten lokal diharapkan ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Program Siber Sehat NTT, lanjut Melki, juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.

“Kita ingin menghadirkan kembali budaya belajar, budaya membaca, dan budaya berdiskusi di rumah. Kita ingin anak-anak NTT tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga aktif membangun masa depan mereka,” ujarnya.

Melalui Satgas Siber Sehat NTT yang dikelola Dinas Kominfo Provinsi NTT, masyarakat nantinya dapat melaporkan konten digital yang mencurigakan maupun berpotensi membahayakan melalui kanal resmi pemerintah.

Laporan tersebut akan diverifikasi dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor bersama aparat keamanan, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, serta instansi terkait lainnya apabila diperlukan.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, menyambut positif peluncuran program tersebut. Menurutnya, Siber Sehat NTT menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks.

“Beberapa tahun terakhir, kita semua merasakan dampak teknologi yang begitu besar. Karena itu, program ini sangat positif. Mari kita mulai dari keluarga kita sendiri. Orang tua harus menjadi pengendali utama dalam membatasi durasi penggunaan gadget anak-anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan gadget dan media sosial secara bijak merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri Bale, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, pimpinan instansi vertikal, anggota MKKS SMA/SMK se-Kota Kupang, mahasiswa, pelajar, serta insan pers.

#AyoBangunNTT

(Bergita Abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *