Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Curah Hujan Tinggi Beberapa Hari Sebabkan Banjir di Dusun Tambak Lamasi Pantai, Air Masuk Rumah Warga dan Genangi Jalan Raya

7
×

Curah Hujan Tinggi Beberapa Hari Sebabkan Banjir di Dusun Tambak Lamasi Pantai, Air Masuk Rumah Warga dan Genangi Jalan Raya

Sebarkan artikel ini

Luwu-Breakingnewspost.Id — Breakingnewspost.id — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di Dusun Tambak, Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Sabtu (16/5/2026). Luapan air dilaporkan mulai menggenangi jalan penghubung desa hingga masuk ke sejumlah rumah warga.

Debit air mulai naik secara perlahan sekitar pukul 11.00 WITA. Awalnya, genangan hanya terlihat di beberapa titik rendah di sekitar jalan dan saluran air kecil dekat permukiman warga. Namun seiring berjalannya waktu, air terus meningkat hingga menutupi sebagian besar akses jalan penghubung desa yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Jalan tersebut diketahui menjadi akses penting bagi warga Dusun Tambak dan sekitarnya untuk menuju tambak, sawah, kebun, hingga kawasan permukiman lainnya. Meski kendaraan roda empat jarang melintas kecuali kendaraan milik warga setempat, jalan itu setiap hari digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.

Akibat genangan air yang terus bertambah, warga yang menggunakan sepeda motor terlihat harus melintas dengan sangat hati-hati. Kondisi jalan yang licin dan tertutup air membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan demi menghindari kecelakaan maupun kendaraan mogok di tengah genangan.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana Dusun Tambak mulai dipenuhi rasa khawatir. Sejumlah warga terlihat berdiri di pinggir jalan sambil memantau perkembangan debit air yang perlahan terus naik. Sebagian lainnya memilih berjaga di depan rumah sambil bersiap apabila kondisi banjir semakin parah pada malam hari.

Meski cuaca siang hari masih terpantau terang dan belum menunjukkan tanda-tanda hujan, masyarakat mengaku tetap waspada. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir hujan deras justru lebih sering turun pada malam hari hingga dini hari dan menyebabkan debit air meningkat secara tiba-tiba.

“Kalau siang memang terang, tetapi biasanya malam baru hujan deras turun. Itu yang membuat warga takut karena air bisa cepat naik lagi,” ujar salah seorang warga Dusun Tambak.

Kekhawatiran warga semakin bertambah setelah air mulai masuk ke kawasan permukiman. Beberapa rumah yang berada di titik lebih rendah dilaporkan mulai terdampak genangan. Air perlahan masuk melalui halaman rumah hingga merembes ke dalam rumah warga.

Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Tambak mengaku panik setelah melihat air mulai memasuki rumahnya.

“Air sudah masuk di rumahku,” ucapnya dengan nada cemas sambil memperhatikan kondisi air di sekitar rumahnya.

Masuknya air ke rumah warga membuat sebagian masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi. Ada yang mengangkat perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi, memindahkan barang elektronik agar tidak terkena air, hingga menyelamatkan dokumen penting untuk menghindari kerusakan apabila banjir semakin besar.

Anak-anak juga mulai diminta tetap berada di dalam rumah demi menghindari risiko terpeleset maupun terseret arus di area yang tergenang air. Suasana di Dusun Tambak tampak dipenuhi rasa waspada karena masyarakat khawatir hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut pada malam hari.

Di tengah kondisi banjir yang terus meningkat, seorang warga Dusun Pissare berinisial HD yang melintas usai pulang dari tambaknya (empang) juga mengaku khawatir melihat kondisi air yang terus naik. Saat melewati jalan raya yang sudah tergenang, HD bahkan meminta agar kondisi banjir didokumentasikan karena menurutnya air berpotensi semakin tinggi apabila hujan kembali turun malam nanti.

“Fotoki, karena air terus naik,” ujar HD saat melintas dari arah tambak menuju rumahnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang mulai cemas melihat debit air yang perlahan terus meningkat meski hujan belum kembali turun pada siang hari. Warga menilai situasi tersebut menjadi tanda bahwa Dusun Tambak masih berpotensi mengalami banjir yang lebih besar apabila curah hujan kembali tinggi pada malam hari.

Berdasarkan keterangan warga, banjir seperti ini memang kerap terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah mereka selama beberapa hari berturut-turut. Saluran drainase dan jalur pembuangan air di sekitar dusun diduga tidak lagi mampu menampung debit air yang terus bertambah, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga.

Selain mengganggu aktivitas, banjir juga mulai berdampak pada pekerjaan masyarakat yang mayoritas bergantung pada aktivitas tambak, sawah, dan kebun. Banyak warga mengaku kesulitan melintas karena akses jalan tergenang air. Aktivitas masyarakat pun menjadi terbatas akibat kondisi tersebut.

Meski demikian, sebagian warga tetap berusaha menjalankan aktivitas seperti biasa sambil terus memantau perkembangan debit air. Pengendara motor yang melintas terlihat memilih berjalan perlahan untuk memastikan kondisi jalan masih aman dilewati.

Hingga Sabtu siang, air masih terlihat menggenangi jalan penghubung desa dan sebagian kawasan permukiman di Dusun Tambak, Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur. Warga kini hanya bisa berharap cuaca tetap bersahabat dan hujan deras tidak kembali mengguyur wilayah tersebut pada malam hari agar debit air tidak semakin meningkat dan banjir tidak meluas ke lebih banyak rumah warga.

Liputan:asl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *